Velen dalam The Witcher 3: Wild Hunt dikenal sebagai No Man's Land, tetapi wilayah ini tetap penuh penguasa. Nilfgaard mempertahankan pasukan di bagian tenggara, Redania menjaga penyeberangan Pontar, dan Bloody Baron menguasai Crow's Perch. Di Crookback Bog, Crones menjalankan kekuasaan yang jauh lebih tua daripada perang yang sedang berlangsung.
Masalah Velen terletak pada perlindungan yang tidak dapat diandalkan dari satu tempat ke tempat lain. Perang meruntuhkan tatanan Temeria, lalu menyisakan wilayah tempat tentara asing, penguasa lokal, otoritas desa, kelompok bersenjata, dan kekuatan supernatural menjalankan aturan masing-masing. Banyak pihak mampu menuntut kepatuhan. Kemampuan itu tidak selalu disertai kesediaan atau jangkauan untuk menjaga kehidupan penduduk.
Akibatnya terlihat di sepanjang jalan dan ladang. Hanged Man's Tree memajang jasad di cabangnya, medan pertempuran menjadi tempat warga mengais barang dari mayat, dan penyeberangan sungai berubah menjadi titik pemeriksaan. Desa dapat ditinggalkan ketika monster atau bandit mengambil alih. Kehidupan masih berjalan di Velen, tetapi keamanan dan penghidupan semakin bergantung pada keadaan di sekitar tempat seseorang tinggal.
![]() |
| Jasad di Hanged Man's Tree menjadi peringatan di tengah kehidupan pedesaan Velen. |
Velen Sudah Rapuh sebelum Perang
Perang menghancurkan Velen, tetapi tidak menciptakan seluruh kelemahannya dari nol. Buku Lands of the North: Velen menggambarkan provinsi ini sebagai salah satu wilayah termiskin di Temeria. Kehidupan penduduknya terutama bertumpu pada pertanian, kerajinan, dan peternakan, sementara sumber daya alam bernilai tinggi relatif sedikit. Hutan, lahan basah, rawa, dan lahan gambut menjadi bagian besar dari bentangnya.
Kemiskinan Velen tidak muncul mendadak setelah satu kampanye militer. Perang menghantam masyarakat yang sejak awal memiliki cadangan ekonomi terbatas. Kematian, perpindahan penduduk, gangguan perdagangan, dan hilangnya keamanan mempersempit ruang bertahan itu. Kemiskinan praperang bukan penyebab tunggal kehancurannya, tetapi membuat warga lebih sulit menanggung kehilangan dan memulihkan penghidupan.
![]() |
| Rumah, ladang, dan jalan desa menjadi lingkungan hidup masyarakat agraris Velen. |
Provinsi Velen dalam sejarah Temeria juga tidak identik dengan area yang dapat dijelajahi dalam game. Gors Velen merupakan ibu kotanya dan Thanedd termasuk dalam wilayahnya, tetapi keduanya tidak hadir di peta Velen yang dapat dijelajahi dalam The Witcher 3. Buku yang sama menyebut Gors Velen dan Thanedd sebagai penggerak perdagangan serta perkembangan provinsi, sekaligus menempatkan Velen pada jalur dagang menuju Novigrad. Jadi, provinsi yang miskin itu tetap terhubung dengan kegiatan ekonomi yang lebih luas.
Pembahasan ini berfokus pada No Man's Land yang ditampilkan dalam The Witcher 3. Peta game tidak memperlihatkan seluruh provinsi beserta pusat-pusat ekonominya. Perbedaan tersebut penting agar kemiskinan pedesaan yang terlihat di layar tidak dianggap sebagai gambaran lengkap setiap bagian Velen sepanjang sejarahnya.
Rawa dan hutan pun tidak cukup untuk menjelaskan kemiskinan itu. Keduanya membentuk kondisi tempat krisis berlangsung, tetapi perang dan runtuhnya perlindungan politik tetap menjadi penggerak utama perubahan yang dibahas di sini. Bentang alam dapat menyulitkan perjalanan dan pengawasan. Ia tidak dengan sendirinya menjelaskan mengapa rumah dijarah, ladang rusak, atau warga harus mengungsi.
Ketika Tatanan Temeria Pecah
Velen sebelumnya berada di bawah tatanan Temeria. Pembunuhan Foltest dalam The Witcher 2: Assassins of Kings membuat kerajaan kehilangan rajanya sebelum invasi Nilfgaard berikutnya. Ketika perang antara Nilfgaard dan kerajaan-kerajaan Utara mencapai wilayah ini, kerusakannya meluas ke permukiman dan penghidupan penduduk. Dalam The Witcher 3, deskripsi wilayah menyebut Velen sebagai No Man's Land yang dilanda perang. Jalan, ladang, dan sisa pertempurannya memperlihatkan keadaan tersebut.
Namun garis depan tidak menghapus negara begitu saja. Nilfgaard mempertahankan kehadiran militer besar melalui Army Group 'Center' di bagian tenggara. Di utara, pasukan Redania memblokade penyeberangan Pontar. Penyeberangan melalui jalur resmi dikendalikan penjaga dan membutuhkan surat jalan yang mereka akui.
![]() |
| Nilfgaard mempertahankan kamp militer besar di bagian tenggara Velen. |
Situasi itu memperlihatkan bentuk perang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari daripada pertempuran besar. Sungai menjadi perbatasan. Jalan berubah menjadi ruang yang dapat ditutup oleh tentara. Sebuah kertas dapat menentukan siapa yang boleh bergerak dan siapa yang tertahan. Ketika dokumen resmi sulit diperoleh, dokumen palsu ikut memperoleh nilai. Kekuasaan negara masih ada, tetapi hadir secara terpisah, terutama pada titik yang dianggap strategis.
Runtuhnya tatanan Temeria tidak berarti kehidupan sebelum perang selalu aman. Namun, perang memutus kesinambungan pemerintahannya. Di luar titik-titik strategis itu, bekas struktur Temeria tidak digantikan oleh administrasi baru yang seragam. Crow's Perch beralih ke tangan Phillip Strenger setelah Vserad melarikan diri, sementara desa seperti Downwarren masih mempunyai ealdorman. Tatanan kerajaan pecah, tetapi orang-orang yang dapat memerintah dan memaksakan aturan tetap ada.
Velen Tidak Kekurangan Penguasa
Phillip Strenger, yang dikenal sebagai Bloody Baron, memperlihatkan bagaimana kekuasaan militer lokal tumbuh di tengah keruntuhan tersebut. Ketika Vserad meninggalkan Crow's Perch karena perang mendekat, mantan prajurit Temeria itu mengambil alih benteng bersama orang-orangnya. Catatan quest menyebutnya sebagai penguasa Velen yang mengangkat dirinya sendiri. Sebutan itu tidak membuktikan bahwa ia mempunyai pemerintahan efektif atas setiap desa.
Kekuasaan Baron juga mempunyai hubungan dengan pendudukan. Entri karakternya menjelaskan bahwa setelah kekalahan pasukan Temeria, ia melayani, berurusan, dan bernegosiasi dengan Kekaisaran Nilfgaard. Baron tidak berdiri sebagai penguasa merdeka yang sepenuhnya terpisah dari kekuatan negara di wilayah tersebut. Otoritas lokal dapat bertahan melalui hubungan dengan tentara pendudukan tanpa menghasilkan pemerintahan sipil yang merata.
Crones menjalankan bentuk kekuasaan yang berbeda. Entri bestiary menggambarkan mereka sebagai penguasa sejati Velen yang membantu penduduk melewati masa sulit dengan imbalan kepatuhan tanpa syarat. Di Downwarren, pengaruh itu dikenali melalui ritual, tugas, dan pembayaran yang menjadi bagian dari kehidupan komunitas. Klaim bestiary tersebut menerangkan besarnya otoritas mereka, tetapi tidak memberi dasar untuk menganggap setiap penduduk Velen hidup di bawah pengaruh yang sama.
Crones tidak lahir karena perang sekarang. Mereka jauh lebih tua, sehingga kekuasaan supernatural di Velen tidak dapat dijelaskan hanya sebagai pengganti negara yang runtuh. Bestiary menyebut kemampuan mereka membawa berkah sekaligus kutukan. Bagi komunitas yang meminta bantuan, hubungan itu mempunyai fungsi praktis dan membawa ancaman dari pihak yang sama.
Pada tingkat desa, ealdorman Downwarren memperlihatkan bahwa otoritas komunitas masih berfungsi dalam lingkup yang lebih kecil. Di tempat lain, bandit dan desertir dapat menguasai lokasi melalui senjata. Mereka tidak mempunyai kedudukan yang sama dengan pejabat desa atau tentara negara, tetapi dapat menentukan siapa boleh lewat, tinggal, atau bekerja di tempat yang mereka kuasai.
Hubungan antarpusat kekuasaan itu pun tidak selalu berupa persaingan. Baron berurusan dengan Nilfgaard, sementara ealdorman dapat memimpin desa sambil tunduk kepada Crones. Kekuasaan-kekuasaan ini saling terkait dan bertumpang tindih. Yang belum terbentuk adalah perlindungan yang dapat diandalkan di seluruh wilayah.
![]() |
| Diagram konseptual pusat kekuasaan Velen, tanpa menunjukkan batas wilayah atau besarnya pengaruh masing-masing. |
Ketika Perlindungan Menjadi Urusan Lokal
Di Downwarren, harga bantuan Crones terlihat pada tubuh pemimpin desanya. Dalam Ladies of the Wood, ealdorman memotong telinganya sendiri sebagai pembayaran atas bantuan bagi komunitas tersebut. Tindakan itu memperlihatkan kepatuhan yang dituntut dari orang yang datang meminta perlindungan. Otoritas desa masih bekerja, tetapi tidak membebaskan penduduk dari kekuasaan yang lebih besar di sekitar mereka.
Di sekitar Inn at the Crossroads, ancamannya datang dari kelompok bersenjata. Seorang ayah menyuruh putrinya bersembunyi di hutan karena khawatir anak buah Baron kembali. Warga lain berencana menyembelih babinya sendiri dan menyembunyikan bangkainya di bawah lantai daripada membiarkannya dirampas. Crow's Perch memiliki penguasa, tetapi keluarga-keluarga di dekat penginapan masih harus melindungi anak dan makanan dengan cara mereka sendiri.
Kedua tempat itu tidak menghadapi keadaan yang persis sama. Downwarren mempunyai saluran untuk meminta bantuan, dengan imbalan yang keras. Warga Crossroads justru bersiap menghindari pengikut penguasa setempat. Tentara dapat menjaga jembatan tanpa membuat jalan desa aman, sebagaimana sebuah benteng dapat bertahan tanpa menjamin keamanan setiap permukiman. Peta politik menunjukkan siapa yang berkuasa. Kehidupan warga memperlihatkan perlindungan apa yang benar-benar tersedia, kepada siapa, dan dengan harga apa.
Bertahan Hidup Menggantikan Kehidupan Normal
Ketimpangan perlindungan menjadi lebih berat ketika bertemu dengan kekurangan pangan dan kehilangan penghidupan. Warga harus bertahan setelah rumah, pekerjaan, atau orang-orang terdekat hilang. Kacper Niepokólczycki dari CD PROJEKT RED menyebut kelaparan, keputusasaan, dan hilangnya harapan sebagai tema utama rancangan Velen. Pernyataan tentang desain itu sejalan dengan keadaan yang diperlihatkan game.
Dalam Bitter Harvest, sekelompok pengais barang bekerja di medan pertempuran dekat perbatasan. Mereka mengambil barang dari tubuh tentara yang tewas, di tempat yang juga didatangi ghoul dan necrophage lain. Baju, senjata, serta benda yang masih melekat pada mayat dapat dijual. Manusia dan monster memanfaatkan sisa perang untuk kebutuhan yang berbeda.
Quest itu tidak memastikan bahwa setiap pengais bekerja semata-mata karena kelaparan. Mengais barang juga dapat menjadi usaha untuk memperoleh keuntungan. Yang diperlihatkannya adalah medan kematian yang berubah menjadi tempat mencari penghasilan, dengan risiko diserang monster selama bekerja. Di Velen, benda milik orang yang tewas terus beredar dalam kehidupan orang yang masih bertahan.
![]() |
| Pengais barang dan necrophage memanfaatkan medan perang untuk kebutuhan yang berbeda. |
Coast of Wrecks memberi hubungan dengan kelaparan yang lebih eksplisit. Deskripsi lokasinya menyebut pantai itu dahulu menjadi tempat anak muda bersenang-senang di antara bangkai kapal. Kini warga desa menyisirnya siang dan malam untuk mencari apa pun yang dapat ditukar dengan makanan.
Ruang rekreasi berubah menjadi tempat mencari nafkah karena kebutuhan dasar mulai menentukan cara sebuah lokasi digunakan. Bangkai kapal yang sebelumnya menjadi bagian dari lanskap pesisir kini menyediakan barang yang masih mungkin mempunyai nilai tukar. Kelaparan mengubah hubungan warga dengan lingkungan, sampai tempat bermain dan sumber penghidupan menjadi sulit dipisahkan.
Pengungsi menambahkan lapisan lain. Perang memindahkan orang dari rumah mereka, sementara perbatasan dan blokade membatasi gerak. Deskripsi Refugees' Camp menyebut patung bersayap yang didirikan komunitas itu sebagai tanda orang kembali pada dewa lama dan kultus kuno pada masa perang dan kelaparan. Keterangan itu berlaku untuk contoh setempat, bukan bukti bahwa seluruh Velen beralih ke satu agama. Selain mencari tempat tinggal dan makanan, masyarakat yang tercerai mencari pegangan ketika perlindungan yang biasanya tersedia tidak lagi cukup.
Dokumen palsu yang dijual di dekat Pontar menunjukkan adaptasi lain. Ketika otoritas membatasi pergerakan melalui surat jalan, muncul perdagangan yang menawarkan cara melewati hambatan tersebut. Tidak semua upaya bertahan hidup di Velen legal atau aman. Pengungsi, pencari makanan, pengais barang, dan pedagang dokumen menghadapi kebutuhan serta motif yang berbeda, tetapi semuanya bergerak dalam keadaan yang telah diubah oleh perang.
Perang Tidak Berakhir ketika Tentara Pergi
Salah satu warisan perang yang sulit dihapus adalah manusia yang sudah dipersenjatai olehnya. Desertir dan kelompok bandit dapat mengambil alih jalan, tambang, jembatan, atau permukiman. Devil's Pit, misalnya, merupakan bekas tambang terbuka yang dikuasai desertir Temeria. Kekalahan sebuah tentara tidak otomatis mengembalikan orang-orang bersenjata itu ke kehidupan sipil.
Tidak semua bandit di Velen adalah mantan tentara, dan tidak semua kriminalitas dapat dijelaskan melalui perang. Tetapi perang menyediakan kondisi yang memperbesar masalah tersebut. Konflik meninggalkan desertir bersenjata dan memutus struktur komando lama. Pada saat yang sama, banyak orang kehilangan rumah atau penghidupan, sementara kemampuan otoritas untuk mengamankan seluruh wilayah melemah. Dalam keadaan seperti itu, kelompok kecil bersenjata dapat menguasai ruang yang sebelumnya bergantung pada perlindungan negara atau pemilik lokal.
Jalan yang tidak aman membuat perjalanan dan perdagangan lebih berisiko. Permukiman yang ditinggalkan kehilangan tenaga kerja dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Jika ancaman masih bertahan, orang yang mengungsi sulit kembali meskipun pertempuran besar telah berpindah. Kekerasan setempat memperpanjang keadaan yang menghambat pemulihan.
Garis depan dapat bergerak dan pasukan besar dapat pergi, tetapi kerusakan sosial tidak pulih pada hari yang sama. Sebagian kekerasan berlanjut melalui perampokan jalan, pendudukan lokal, pemerasan, dan perebutan tempat dalam skala kecil. Ancaman itu juga bertambah di medan yang dipenuhi mayat, tempat makhluk pemakan bangkai memperoleh sumber makanan.
Di Dunia The Witcher, Perang Juga Memberi Makan Monster
Velen menghadapi lapisan ancaman tambahan yang khas dunia The Witcher. Mayat yang tidak dikubur bukan hanya persoalan kesehatan atau penghormatan terhadap orang mati. Bagi necrophage, tubuh-tubuh tersebut adalah sumber makanan.
Rotfiend termasuk necrophage yang hidup dari bangkai. Entri bestiary menyebut makhluk itu dahulu langka, tetapi menjadi seperti wabah pada zaman perang dan kekerasan yang terus-menerus. Mereka terutama ditemukan di sekitar medan pertempuran serta wilayah yang dilanda penyakit. Kehadiran ghoul di tempat warga mengais mayat dalam Bitter Harvest memperlihatkan hubungan yang sama melalui kehidupan sehari-hari.
Pertempuran menghasilkan mayat, mayat menarik necrophage, dan kehadiran mereka menambah bahaya di ruang yang telah rusak oleh konflik. Orang yang datang mencari barang masih harus menghadapi makhluk yang tertarik pada tubuh pemiliknya. Kematian di medan perang menambah ancaman bagi kegiatan yang berlangsung sesudah pertempuran.
Hubungan itu tidak berarti seluruh monster Velen diciptakan oleh perang. Crones lebih tua daripada konflik sekarang, sementara roh, wraith, drowner, dan makhluk lain mempunyai asal serta keadaan kemunculan yang perlu diperiksa pada kasusnya masing-masing. Bahkan ketika perang memberi necrophage lebih banyak makanan, hal itu tidak membuktikan bahwa perang menciptakan spesies tersebut. Klaim yang dapat dipertahankan adalah bahwa mayat dan kehancuran memberi keuntungan bagi makhluk tertentu, lalu kehadirannya memperbesar ketidakamanan.
Mekanik abandoned site memperlihatkan hubungan keamanan dengan kehidupan sipil dari sisi lain. Sejumlah tempat yang dikuasai bandit atau monster dapat kembali dihuni setelah ancamannya hilang. Warga pulang dan pedagang atau herbalist muncul, sehingga lokasi tersebut kembali mempunyai fungsi ekonomi. Game menyederhanakan proses pemulihan itu, tetapi tetap memperlakukan keamanan sebagai salah satu syarat kembalinya kehidupan sipil.
Mengapa No Man's Land Bukan Tanah tanpa Penguasa
No Man's Land dapat dibaca melalui jarak antara menguasai suatu tempat dan menjaga kehidupan di sekitarnya. Kamp Nilfgaard, penjaga Pontar, benteng Baron, dan otoritas Crones tetap bekerja dalam lingkup masing-masing. Namun, titik-titik kekuasaan itu belum membentuk wilayah yang aman secara menyeluruh. Penduduk masih dapat kehilangan rumah, akses perjalanan, atau penghidupan di antara tempat-tempat yang dikuasai pihak berbeda.
Perang menghantam masyarakat yang sudah miskin dan melemahkan tatanan yang mengatur wilayahnya. Orang mengungsi atau mencari penghasilan dari apa yang masih tersisa, sementara kelompok bersenjata dan necrophage menambah bahaya. Ketidakamanan itu menyulitkan warga kembali dan memulihkan kegiatan ekonomi. Saat satu lokasi menjadi aman, kehidupan dapat tumbuh lagi di sana, tetapi keberhasilan setempat belum memulihkan seluruh Velen.
Hanged Man's Tree berdiri di tengah wilayah yang masih dihuni, diperebutkan, dan memiliki penguasa. Di sekelilingnya, kehidupan berlanjut melalui desa, ladang, dan jalan yang tetap digunakan. Jasad yang tergantung di cabangnya memperlihatkan bahwa kekuasaan dapat bertahan bahkan ketika keselamatan penduduknya tidak terjamin.




