Langsung ke konten

Ketika Prasangka Menjadi Kekuasaan: Persekusi Nonhuman di The Witcher 3

Di Hierarch Square dalam The Witcher 3: Wild Hunt, dua korban dibakar di depan umum. Felicia Cori adalah mage, sedangkan korban lainnya adalah doppler yang memakai identitas Chappelle. Caleb Menge dan aparatnya menjalankan penghukuman itu di pusat Novigrad. Kedua korban berasal dari kategori berbeda, tetapi menjadi sasaran struktur yang sama, dengan pemimpin, orang-orang bersenjata, dan kemampuan menentukan siapa yang diperlakukan sebagai ancaman.

Seorang korban terikat pada tiang pembakaran dengan api menyala di bawah tubuhnya di Novigrad.
Di Novigrad, penindasan dapat dijalankan sebagai hukuman di depan umum.

Novigrad yang sama juga dihuni nonhuman yang tetap mempunyai pekerjaan, usaha, atau pengaruh. Vimme Vivaldi menjalankan bank terbesar di kota, Elihal mempunyai usaha sebagai penjahit, dan Carlo Varese, yang dikenal sebagai Cleaver, menguasai sebagian dunia bawahnya. Persekusi terhadap nonhuman nyata, tetapi pengalaman mereka tidak seragam.

Perbedaan itu menuntut penjelasan tentang cara prasangka bekerja. Kebencian dapat hidup dalam percakapan sehari-hari, dipakai untuk menekan pesaing, atau berubah menjadi serangan terhadap orang yang dianggap berbeda. Di Novigrad, aparat memperbesar ancaman tersebut melalui penangkapan dan penghukuman. Risiko yang dihadapi seseorang ditentukan oleh identitasnya sekaligus posisi sosial, tempat tinggal, dan kekuasaan yang dapat menindak atau melindunginya.

Membedakan Prasangka, Diskriminasi, dan Persekusi

Istilah nonhuman dipakai untuk menyebut berbagai ras yang tidak dianggap manusia, termasuk elf, dwarf, dan halfling. Sebutan itu berguna untuk membaca hubungan sosial di The Witcher, tetapi tidak berarti semua ras tersebut membentuk satu komunitas dengan pengalaman yang sama. Vivaldi sebagai bankir di pusat Novigrad, Elihal sebagai penjahit di pinggiran kota, dan elf yang dihentikan warga di jalan menghadapi dunia yang sama dari posisi sosial yang sangat berbeda.

Prasangka berada pada tingkat sikap, stereotip, atau kecurigaan terhadap kelompok tertentu. Diskriminasi terlihat ketika identitas memengaruhi perlakuan yang diterima seseorang, sedangkan kekerasan menambah ancaman fisik. Satu penghinaan atau perkelahian belum otomatis membuktikan persekusi. Istilah itu merujuk pada tekanan serius atau berulang terhadap seseorang atau kelompok karena identitasnya. Massa dapat melakukannya tanpa perintah resmi, sementara institusi dapat memberi pembenaran, organisasi, dan daya paksa untuk memperluasnya.

Pembedaan ini penting karena The Witcher 3 penuh dengan konflik yang mudah diberi label terlalu cepat. Manusia dan dwarf dapat berselisih karena uang. Elf dapat melakukan kekerasan terhadap manusia. Pelaku dari satu kelompok tidak otomatis mewakili seluruh kelompoknya, dan orang yang menjadi korban diskriminasi tidak otomatis berada di pihak yang benar dalam setiap konflik lain. Jika semua pertentangan manusia dan nonhuman langsung disebut persekusi, istilah tersebut kehilangan kemampuan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Yang perlu dilihat adalah mekanismenya. Siapa yang menjadi target karena identitasnya, siapa yang bertindak, siapa yang membiarkan, apa yang membuat tindakan itu mungkin dilakukan, dan seberapa besar kekuasaan yang berada di belakangnya. Dengan cara ini, ejekan di jalan, serangan oleh sekelompok orang, dan pembakaran publik oleh aparat tidak dilebur menjadi fenomena yang seolah sama.

Diagram editorial dengan empat kategori: prasangka, diskriminasi, intimidasi dan kekerasan, serta persekusi institusional.
Kategori dalam diagram membantu membedakan bentuk tekanan, tanpa menyatakan bahwa semuanya selalu berkembang secara berurutan.

Sebelum Novigrad, Persekusi Sudah Memiliki Sejarah

Sejarah hubungan manusia dan nonhuman tidak bermula dari satu penjelasan sederhana tentang Conjunction of the Spheres. Glossary The Witcher 2: Assassins of Kings menyebut kedatangan manusia pada masa Conjunction sebagai tradisi elf. Itu berbeda dari First Landing, kedatangan Nordling sekitar 760-an yang kemudian membentuk kerajaan-kerajaan Utara. Perubahan keseimbangan kekuasaan lebih relevan ditelusuri melalui ekspansi manusia setelah pendaratan tersebut. Kedatangan suatu ras tidak dengan sendirinya menjelaskan kapan atau bagaimana persekusi mulai berlangsung.

Catatan Loc Muinne dalam The Witcher 2 menggambarkan hubungan awal yang sempat membuka jalan kerja sama. Sorcerer Geoffrey Monck membawa anak-anak manusia yang memiliki kemampuan sebagai Source untuk belajar dari para sage elf Aen Seidhe. Journal menyebut keberhasilannya mengatasi kecurigaan elf sebagai kesempatan bagi koeksistensi.

Kesempatan itu tidak bertahan. Catatan game tersebut menyebut pembantaian penduduk elf Loc Muinne oleh pasukan Redania beberapa tahun kemudian, tanpa membedakan usia atau jenis kelamin. Dalam novel Time of Contempt, riwayat ini dikaitkan dengan pasukan Milan Raupenneck, yang juga membantai penduduk Est Haemlet. Pembantaian dan perang yang menyusul mempersempit wilayah elf serta mengubah hubungan kekuasaan di Utara. Kekerasan tersebut dilakukan melalui tindakan politik dan militer, bukan lahir otomatis dari pertemuan dua ras.

Berabad-abad kemudian, diskriminasi terlihat pula dalam administrasi sehari-hari. Dalam novel Time of Contempt, Molnar Giancardi menjelaskan kenaikan beban pajak nonhuman, termasuk pajak kepala. Mereka yang berdagang atau menjalankan manufaktur masih dikenai pungutan tambahan. Nonhuman dapat tinggal di kota, membuka usaha, menjadi bankir, atau bekerja sebagai pengrajin, tetapi keberadaan mereka dalam ekonomi tidak menghapus aturan fiskal yang membedakan perlakuan berdasarkan ras.

Dalam konteks novel yang sama, ketegangan itu bertemu dengan kekerasan politik pada abad ke-13. Scoia'tael muncul di tengah diskriminasi yang telah berlangsung dan menyerang manusia serta pasukan Northern Kingdoms melalui gerilya. Setelah mereka membantai pasukan di Fort Leyda pada 1267, warga Ard Carraigh melakukan pogrom yang menewaskan hampir empat ratus nonhuman. Sasaran pembalasan meluas dari pelaku bersenjata ke penduduk yang dikelompokkan melalui identitas mereka.

Rivian Pogrom pada 1268 memperlihatkan pengambinghitaman dalam masyarakat pascaperang. Buku The Rivian Pogrom dari game The Witcher, yang ditulis anonim berdasarkan kesaksian saksi mata, menghubungkan kemiskinan dan kekecewaan terhadap penguasa dengan pencarian kambing hitam di antara nonhuman serta orang yang dianggap berbeda. Penulisnya juga menyebut penjarahan dan penyelesaian dendam pribadi di tengah kerusuhan, sementara hanya sedikit orang berani membela korban.

Catatan itu tidak memberikan penjelasan tunggal tentang penyebab pogrom. Namun, ia menunjukkan bahwa para pelaku dapat memanfaatkan sasaran yang sama untuk kepentingan berbeda. Ketika witch hunters beroperasi di Novigrad, mereka sudah mempunyai warisan penaklukan, diskriminasi, kekerasan balasan, dan kebiasaan mencurigai orang berdasarkan identitas. Organisasi serta daya paksa memungkinkan mereka memanfaatkan permusuhan yang telah tersedia.

Infografik editorial enam konteks sejarah: Conjunction, First Landing, Loc Muinne, diskriminasi administratif, kekerasan politik, dan Novigrad.
Panel Conjunction merujuk pada tradisi elf tentang kedatangan manusia. Rangkaian ini merangkum konteks sejarah, bukan satu garis sebab-akibat persekusi.

Kebencian yang Sudah Hidup di Jalanan

Racists of Novigrad memperlihatkan permusuhan yang tidak membutuhkan perintah resmi. Dalam kejadian pertama, dua pria menghadang seorang elf perempuan dan menuduhnya menggoda mereka, meskipun ia mengatakan hanya hendak mengambil air. Di kejadian lain, sejumlah warga mengancam akan memukuli seorang elf pria dan memotong telinganya. Jika Geralt membelanya, campur tangan itu berujung pada pertarungan dengan para pengganggu.

Institusi bukan titik awal yang wajib bagi kekerasan semacam ini. Stereotip dan bahasa permusuhan dapat memberi sebagian orang alasan untuk menyasar kelompok tertentu. Tanpa penangkapan atau proses hukum pun, ruang publik sudah dapat menjadi berbahaya bagi orang yang dianggap berada di luar kelompok mayoritas.

Kasus Willis dalam Twisted Firestarter memberi pembanding di White Orchard. Bengkel pandai besi milik dwarf tersebut dibakar, dan Geralt dapat menemukan Napp sebagai pelakunya. Kebencian Napp terhadap dwarf bercampur dengan tuduhan bahwa Willis memperoleh keuntungan dari kedekatannya dengan pasukan Nilfgaard. Willis memang mengerjakan kebutuhan tentara pendudukan, tetapi menjelaskan bahwa pilihannya terbatas. Identitas nonhuman dipakai bersama kemarahan akibat perang dan tuduhan kolaborasi.

Jika Geralt membawa Napp kepada Willis, dwarf itu memanggil tentara Nilfgaard. Mereka memperlakukan pembakaran bengkel yang melayani garnisun sebagai sabotase dan menjatuhkan hukuman mati kepada Napp. Respons tersebut keras, tetapi dalam kasus ini aparat menghukum penyerang dan melindungi kepentingan pandai besi yang mereka butuhkan.

Perlindungan Willis tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pendudukan Nilfgaard menjamin keadilan bagi semua nonhuman. Ia memperlihatkan respons setempat yang berbeda dari perburuan di Novigrad. Prasangka dapat datang dari masyarakat, sementara sikap institusi dipengaruhi otoritas yang berkuasa, kepentingan ekonomi, dan posisi orang yang diserang. Kekuasaan dapat memperbesar ancaman atau menahannya, sehingga bentuk persekusi tidak identik di setiap wilayah.

Status Mengubah Posisi Seseorang

Vimme Vivaldi memperlihatkan bahwa tekanan terhadap nonhuman dapat berjalan bersamaan dengan keberhasilan ekonomi. Dwarf bankir ini mengelola cabang Vivaldi Bank di Hierarch Square yang berkembang menjadi bank terbesar di Novigrad. Entri karakternya menyebut usaha tersebut tetap menguntungkan ketika penindasan terhadap nonhuman meningkat. Kekayaan, reputasi, dan jaringan memberinya sumber daya yang tidak dimiliki elf yang diganggu di jalan. Namun, ketahanan usaha itu belum membuktikan bahwa dirinya kebal terhadap penindakan aparat.

Vimme Vivaldi berdiri di dalam bank di Novigrad, dekat pintu dan ruang berkisi besi.
Menurut journal karakter, usaha Vivaldi tetap menguntungkan ketika penindasan terhadap nonhuman meningkat.

Cleaver mempunyai bentuk kekuasaan lain. Carlo Varese adalah dwarf sekaligus salah satu dari empat penguasa dunia bawah Novigrad. Anak buah, sumber daya, wilayah pengaruh, dan kemampuan menggunakan kekerasan memberinya sarana mempertahankan kepentingan sendiri. Posisi itu tidak menghapus prasangka terhadap dwarf, tetapi membedakan kemampuannya menghadapi ancaman dari orang yang tidak mempunyai jaringan atau perlindungan.

Hattori, seorang elf Aen Seidhe, pernah dikenal luas sebagai pengrajin pedang ternama di Novigrad. Ketika Geralt menemuinya dalam Of Swords and Dumplings, ia sudah berhenti menempa dan berjualan dumpling. Menurut Hattori, Ernst van Hoorn menekan pesaing melalui utang, tuduhan, dan penguasaan pasokan bahan pembuatan pedang dengan dukungan jaringan Cleaver.

Hattori mengatakan pesaing nonhuman dapat dituduh bekerja dengan havekar, penyelundup yang memasok senjata dan perlengkapan kepada Scoia'tael. Ia termasuk salah satu sasarannya. Ia juga membawa persoalan tersebut ke balai kota, tetapi tidak berhasil lepas dari tekanan van Hoorn dan jaringan Cleaver.

Setelah Geralt membantu mematahkan kontrol atas pasokan, Hattori dapat kembali menempa. Konfliknya berpusat pada perebutan pasar, dengan tuduhan bermuatan ras dan politik sebagai alat untuk melemahkan pesaing. Cleaver sendiri seorang dwarf, sehingga pembagian manusia sebagai pelaku dan nonhuman sebagai korban tidak cukup menjelaskan siapa yang menopang tekanan terhadap Hattori.

Fergus Graem di Crow's Perch memberi contoh yang berbeda. Ia dikenal sebagai armorer ternama, padahal Master Armorers mengungkap bahwa Yoana, yang dianggap asistennya, adalah pengrajin sebenarnya dan jauh lebih ahli. Journal quest menjelaskan pembagian peran itu dipertahankan karena mereka memperkirakan pelanggan tidak akan percaya seorang perempuan mempunyai kemampuan tersebut.

Fergus seorang dwarf, tetapi keterangan itu tidak membuktikan reputasinya tercipta karena rasnya. Alasan yang paling eksplisit adalah bias gender terhadap Yoana. Ras, profesi, dan gender hadir bersama dalam satu tempat kerja tanpa mempunyai fungsi yang sama dalam menjelaskan ketimpangannya.

Elihal juga menjalankan usaha sebagai penjahit di pinggiran Novigrad. Bersama Vivaldi, Cleaver, Hattori, dan Fergus, contoh ini menunjukkan bahwa ras tidak bekerja sendirian. Profesi, kekayaan, reputasi, jaringan, serta akses terhadap perlindungan dapat mengubah posisi seseorang. Sebuah masyarakat dapat tetap melakukan diskriminasi terhadap nonhuman sambil membutuhkan jasa mereka atau membiarkan sebagian dari mereka memiliki kekayaan dan pengaruh.

Dari Prasangka ke Kekerasan

Prasangka tidak selalu berkembang menjadi kekerasan, dan kekerasan tidak selalu berkembang menjadi persekusi institusional. Namun lingkungan yang terbiasa menganggap kelompok tertentu lebih rendah, mencurigakan, atau tidak pantas berada di ruang tertentu dapat membuat serangan terhadap mereka terasa lebih mudah dibenarkan. Racists of Novigrad memperlihatkan bagaimana penghinaan dan intimidasi dapat berada hanya beberapa langkah dari kekerasan fisik.

Kekerasan itu tidak mengharuskan semua warga berpikir sama. Catatan tentang Rivia bahkan membedakan permusuhan terhadap kelompok, kesempatan menjarah, dendam pribadi, dan keberanian membela korban. Persekusi dapat melibatkan pelaku dengan motif berbeda serta orang-orang yang membiarkan atau menentangnya. Yang menentukan kelangsungannya juga mencakup konsekuensi bagi pelaku dan perlindungan yang tersedia bagi korban.

Perang dan ketidakstabilan dapat memperbesar kecurigaan tersebut. Pada masa The Witcher 3, kerajaan-kerajaan Utara menghadapi invasi, pendudukan, pengungsian, dan perebutan kekuasaan. Tuduhan terhadap Willis memperlihatkan bagaimana kebencian rasial dapat menempel pada kemarahan terhadap tentara asing. Pogrom Ard Carraigh menunjukkan bahaya ketika tindakan kelompok bersenjata dijadikan alasan untuk menghukum penduduk lain yang berbagi identitas dengan mereka.

Hubungan antara prasangka dan kekerasan tetap berupa kemungkinan eskalasi. Ketakutan serta stereotip menyediakan pembenaran, sedangkan massa atau kelompok bersenjata dapat menjalankan serangan. Institusi mempunyai kemampuan untuk memperluas proses itu melalui penangkapan dan penghukuman. Tidak ada keharusan semua tahap muncul dalam urutan yang sama.

Ketika Kekuasaan Ikut Menentukan Target

Dalam Pyres of Novigrad, Caleb Menge memimpin Temple Guard sekaligus witch hunters dan mengawasi pembakaran publik di Hierarch Square. Entri karakternya menggambarkan suasana penindasan yang dipenuhi rekayasa konspirasi, penangkapan massal, dan pengadilan yang berujung pada eksekusi kelompok. Adegan pembakaran berada di dalam praktik yang mempunyai struktur komando dan daya paksa.

Temple Guard dan witch hunters dapat menangkap, menahan, menginterogasi dengan kekerasan, dan menghukum orang yang mereka jadikan sasaran. Kemampuan itu memperbesar ancaman dibandingkan gangguan dari sekelompok warga di jalan. Korban harus menghadapi aparat yang dapat mengubah tuduhan menjadi penahanan dan hukuman, sekaligus menampilkan tindakan tersebut sebagai penegakan ketertiban.

Penjaga, warga, kios pasar, dan tiang hukuman di Hierarch Square, Novigrad.
Aparat dan tempat penghukuman hadir di pusat kota yang juga digunakan warga untuk berdagang.

Felicia Cori adalah mage, sehingga kematiannya tidak dapat dijadikan bukti bahwa seluruh operasi Menge khusus menyasar nonhuman. Doppler pengganti Chappelle di sampingnya memperlihatkan jangkauan sasaran yang berbeda. Ia bahkan pernah memegang jabatan tinggi dalam keamanan Gereja Eternal Fire. Journal Menge menyebut pengungkapan identitas doppler atasannya itu sebagai momen keberhasilannya. Jabatan di dalam institusi akhirnya tidak melindungi Chappelle ketika identitasnya terbongkar dan ia dijadikan sasaran.

Aparat yang bertindak atas nama Eternal Fire tidak perlu menciptakan seluruh permusuhan dari awal. Mereka dapat memilih kategori yang dicurigai, memberi pembenaran bagi penindakan, dan menyediakan orang-orang bersenjata untuk melaksanakannya. Hubungan itu mengubah prasangka yang tersebar menjadi ancaman terorganisasi. Yang bekerja di sini adalah lembaga dan pelaku penindakan, sehingga tindakan mereka tidak otomatis mewakili setiap orang yang menganut kepercayaan tersebut.

Namun Novigrad tetap harus dibaca sebagai Novigrad. Kasus Willis menunjukkan bahwa otoritas di tempat lain dapat bertindak berbeda. White Orchard, Velen, Skellige, dan wilayah lain mempunyai struktur politik serta hubungan sosial sendiri. Bukti dari Novigrad sangat kuat untuk menjelaskan bagaimana persekusi institusional dapat bekerja, tetapi tidak cukup untuk menjadikannya model universal bagi seluruh Continent.

Ketika Persekusi Mencari Target Baru

Setelah Now or Never, sasaran perburuan dapat berubah. Jika Geralt membantu Triss mengevakuasi para mage dari Novigrad, Radovid dan witch hunters kemudian memburu nonhuman, terutama elf dan dwarf. Pergantian itu terlihat sebelum nasib Radovid ditentukan dalam Reason of State. Perubahan sasaran di kota dan hasil akhir pemerintahannya perlu dibedakan. Jalur ini bergantung pada keputusan pemain dan tidak terjadi dalam setiap alur game.

Ketika Geralt dan Ciri kembali ke Novigrad dalam rangkaian Final Preparations, mereka dapat melewati jasad nonhuman yang telah dibakar jika para mage sebelumnya berhasil dievakuasi. Pergantian sasaran juga mengubah tindakan Zoltan. Dalam The Great Escape, Geralt dapat meminta bantuannya untuk membuat penjaga penjara di Oxenfurt mabuk. Jika evakuasi telah dilakukan, Zoltan menolak karena witch hunters kini memburu nonhuman dan kedatangannya ke sekitar penjara akan terlalu berbahaya.

Organisasi yang memburu mage tetap berfungsi setelah evakuasi. Aparat, tempat penahanan, dan praktik penghukuman masih tersedia, sementara kategori yang dijadikan ancaman berubah. Zoltan mempunyai jaringan luas dan posisi sosial yang relatif kuat, tetapi harus membatasi keterlibatannya ketika identitas nonhuman membawa risiko lebih langsung. Perlindungan dari hubungan sosial dapat melemah ketika kebijakan penindakan berubah.

Nasib Radovid kemudian menentukan dukungan politik bagi perburuan yang lebih luas. Jika konspirasi dalam Reason of State berhasil, ia terbunuh dan masa depan Utara bergerak ke jalur lain. Jika ia tetap hidup, Redania memenangkan perang melawan Nilfgaard dan kekuasaannya meluas. Dalam ending ini, perburuan berikutnya menewaskan ribuan pellar, herbalist, dan nonhuman. Sasaran penindasan melampaui para mage yang semula diburu.

Rangkaian itu memperlihatkan pergantian sasaran dan perluasan skala sebagai dua proses yang berbeda. Pada jalur evakuasi, aparat memilih kelompok lain setelah para mage keluar dari kota. Dalam ending kemenangan Radovid, kekuasaan politik yang lebih kuat memperluas perburuannya. Keberhasilan menyelamatkan satu kelompok belum membubarkan organisasi yang melakukan penindasan.

Prasangka dan Tanggung Jawab Individu

Identitas tetap perlu dipisahkan dari tanggung jawab atas suatu tindakan. Konflik di Novigrad dapat memuat prasangka yang nyata tanpa membuat setiap tuduhan terhadap nonhuman keliru. Dua kejadian berikut memperlihatkan batas yang berbeda antara petunjuk yang mendukung tuduhan dan perkara yang tidak dapat dipastikan.

Dalam Warehouse of Woe, seorang pedagang manusia dan pedagang dwarf berbagi gudang, lalu saling menuduh setelah nekker muncul di dalamnya. Pedagang manusia menggunakan bahasa rasial terhadap rekannya. Namun, Geralt dapat menemukan kandang dengan jeruji yang digergaji dan jejak sepatu berukuran dwarf di dekatnya. Petunjuk itu mengarah kepada pedagang dwarf sebagai orang yang membawa monster ke dalam gudang dalam perselisihan mereka.

Kasus itu tidak membatalkan adanya prasangka. Pedagang manusia tetap memperlihatkannya secara terang. Namun prasangka tersebut tidak otomatis membuat tuduhannya salah, dan posisi dwarf sebagai sasaran penghinaan tidak otomatis membuatnya tidak bersalah. Seseorang dapat menjadi target stereotip sekaligus melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Karmic Justice lebih tidak pasti lagi. Tiga elf hendak membunuh seorang pedagang manusia karena menuduhnya menjual fisstech beracun yang menyebabkan anak-anak muda mereka mati dengan menyakitkan. Pedagang itu menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan para elf hanya ingin merampoknya. Geralt dapat menanyakan apakah mereka menemukan fisstech pada dirinya, tetapi para elf mengaku tidak menemukan apa pun karena menurut mereka barang itu sudah terjual. Tidak ada penyelidikan lanjutan yang mampu memastikan siapa yang berkata benar.

Ambiguitas ini penting karena mencegah pembacaan moral yang terlalu mekanis. Fakta bahwa elf mengalami persekusi di Novigrad tidak membuat setiap tuduhan yang diajukan seorang elf otomatis benar. Sebaliknya, fakta bahwa nonhuman juga dapat melakukan kekerasan tidak membuktikan bahwa persekusi terhadap mereka merupakan reaksi yang wajar. Identitas kelompok dan tanggung jawab individu harus tetap dipisahkan.

Ras, Lokasi, dan Risiko yang Berbeda

Elf, dwarf, dan nonhuman lain mempunyai sejarah serta posisi sosial yang berbeda. Elf membawa sejarah politik dan konflik bersenjata yang tidak identik dengan dwarf. Dalam contoh-contoh di sini, sejumlah dwarf mempunyai kekuatan ekonomi atau jaringan kriminal, sementara elf lebih sering muncul dalam intimidasi jalanan. Pilihan contoh itu memperlihatkan variasi, tetapi tidak membuktikan bahwa dwarf secara umum aman atau elf selalu tidak berdaya. Keterangan tentang halfling, doppler, dan kelompok lain juga tidak sama banyaknya, sehingga pengalaman mereka tidak dapat disamakan hanya melalui sebutan nonhuman.

Elihal duduk di dalam tempat tinggal dan usahanya di Novigrad sambil membaca buku.
Elihal tetap menjalankan usaha sebagai penjahit di Novigrad. Keberadaan usaha tidak berarti tekanan terhadap nonhuman telah hilang.

Lokasi kemudian mengubah konteks. Novigrad memperlihatkan aparat yang aktif memburu kelompok sasaran, sedangkan White Orchard menunjukkan otoritas Nilfgaard yang justru menghukum pembakaran bengkel Willis. Perbedaan seperti ini tidak meniadakan persekusi, tetapi menunjukkan bahwa politik lokal dan institusi setempat menentukan seberapa jauh prasangka dapat diterjemahkan menjadi ancaman nyata.

Ras berpengaruh bersama kelas, profesi, jaringan, tempat tinggal, dan keadaan politik. Faktor-faktor itu menentukan sumber daya yang dapat digunakan seseorang, pihak yang dapat dimintai bantuan, serta ancaman yang tetap tidak mampu ditahannya. Posisi tersebut dapat berubah sepanjang waktu, sebagaimana terlihat pada keterbatasan Zoltan setelah pergantian sasaran perburuan.

Ketika Prasangka Mendapat Daya Paksa

Di Novigrad, persekusi memperoleh jangkauan lebih besar ketika permusuhan sosial bertemu dengan organisasi dan daya paksa aparat. Prasangka membantu menandai kelompok yang akan dicurigai, sedangkan institusi dapat mengubah penandaan itu menjadi penangkapan dan penghukuman terbuka. Proses tersebut tidak bergantung pada kebencian yang seragam dari seluruh penduduk, dan tidak menggambarkan satu kebijakan yang berlaku di seluruh Continent.

Vivaldi yang tetap menjalankan bank, Willis yang memperoleh perlindungan tentara, dan Zoltan yang harus menghindari penjara memperlihatkan betapa tidak meratanya ruang aman bagi nonhuman. Perbedaan posisi mereka tetap berarti, tetapi tidak menghapus ancaman ketika kekuasaan memilih suatu identitas sebagai sasaran. Di Hierarch Square, doppler pengganti Chappelle akhirnya dibakar oleh aparat dari institusi tempat ia pernah mempunyai jabatan. Pada tahap itu, prasangka telah memperoleh kemampuan menentukan siapa yang dapat hidup dengan aman di kota.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama