Langsung ke konten

Skellige di The Witcher 3: Laut, Klan, dan Kepercayaan yang Membentuk Kepulauan

Di Skellige, laut menghubungkan pelabuhan, membawa pulang rampasan, dan memisahkan keluarga dari orang-orang yang mereka tunggu. Klan menentukan tempat seseorang dalam masyarakat, sementara kehormatan memengaruhi bagaimana tindakannya akan dikenang. Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, laut, klan, dan kehormatan juga terkait dengan kepercayaan penduduk terhadap alam, para dewa, dan orang mati.

Hubungan antarpulau dan antarklan membantu Skellige mempertahankan kemandiriannya. Namun, persaingan klan dan tuntutan kehormatan juga dapat mengorbankan orang-orang yang seharusnya dilindungi. Karena itu, kehidupan kepulauan ini perlu dipahami melalui benteng para jarl, galangan kapal, tempat suci, desa-desa yang ditinggalkan, serta keputusan para penguasa mengenai masa depan rakyatnya.

Artikel ini memuat spoiler penuh untuk cerita dan quest Skellige, termasuk konspirasi suksesi, nasib tokoh, serta cabang akhir pemerintahannya.

Benteng Kaer Trolde menjulang di atas pelabuhan dan laut Ard Skellig.
Kaer Trolde berdiri di atas pelabuhan dan teluk, memperlihatkan kedekatan pusat kekuasaan klan dengan jalur pelayaran serta penghidupan penduduk.

Kepulauan yang Dihubungkan Laut

Buku dalam game Skellige: Its History and Geography menyebut dua puluh pulau dalam kepulauan Skellige. Enam yang terbesar adalah Ard Skellig, An Skellig, Undvik, Spikeroog, Hindarsfjall, dan Faroe. Nama-nama inilah yang paling menonjol dalam penjelajahan game, tetapi keenamnya tidak mencakup seluruh kepulauan.

Setiap pulau memiliki pusat kehidupan dan persoalannya sendiri. Ard Skellig mempertemukan permukiman dan pelabuhan dengan benteng klan besar. Hindarsfjall memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan, sedangkan Undvik memperlihatkan bagaimana sebuah tempat berpenghuni dapat berubah menjadi wilayah yang dihindari.

PulauTempat dan ciri utama
Ard SkelligKaer Trolde dan Kaer Muire, dua pusat kekuasaan an Craite dan Drummond, beserta pelabuhan dan banyak desa.
An SkelligUrialla Harbor, wilayah Tuirseach, dan tradisi pembuatan kapal yang dipuji dalam buku panduan perjalanan.
SpikeroogSvorlag, kediaman Brokvar, arena pertarungan, dan kawasan perburuan.
HindarsfjallLarvik, Lofoten, Kuil Freya, dan taman sucinya yang menjadi pusat kehidupan keagamaan.
FaroeHarviken, pusat kekuasaan Dimun, serta Trottheim yang memperlihatkan sisi kelam kehidupan pesisir.
UndvikBekas permukiman dan bengkel Tordarroch yang ditinggalkan setelah serangan ice giant.
Peta Skellige dengan enam pulau terbesar serta Kaer Trolde dan Kaer Muire di Ard Skellig.
Enam pulau terbesar mendominasi penjelajahan, tetapi bukan seluruh Skellige. Dua pusat kekuasaan di Ard Skellig juga menunjukkan bahwa satu pulau tidak selalu berada di bawah satu klan.

Seri The Lonesome World Guide menawarkan sudut pandang seorang penulis perjalanan. Panduan Ard Skellig memuji desa-desa, pelabuhan Holmstein, dan mercusuar yang menuntun kapal ke Arinbjorn. Mercusuar itu mengingatkan bahwa pelayaran membutuhkan pengetahuan arah dan penanda keselamatan, bukan hanya keberanian menghadapi ombak.

Panduan tersebut juga memuat legenda bahwa Grymmdjarr membentuk Kaer Trolde dengan tangan kosong. Melalui kisah itu, benteng an Craite dihubungkan dengan sosok yang dikenang sebagai pendiri klan. Legenda tersebut membantu menjelaskan arti Kaer Trolde bagi masyarakat, bukan memastikan bagaimana benteng itu sebenarnya dibangun.

Sejarah di Bawah Benteng dan Nama Keluarga

Sejarah Skellige tidak dimulai dengan kerajaan manusia. Keterangan tentang Tor Gvalch'ca di Undvik menyebut menara kuno itu sebagai peninggalan masa ketika elf menguasai wilayah tersebut. Menara itu menjadi pengingat bahwa sejarah kepulauan jauh lebih tua daripada nama-nama klan dan para jarl yang kini berkuasa.

Menurut Skellige: Its History and Geography, klan-klan yang semula berdiri sendiri kemudian bersatu untuk menghadapi ancaman dari luar. Dari persatuan itu lahir monarki elektif, yaitu sistem kerajaan yang rajanya dipilih. Pertahanan bersama menjadi salah satu alasan mereka membentuk kerajaan.

Persatuan tidak menghapus pusat kekuasaan setiap klan. Riwayat Kaer Almhult memperlihatkannya melalui perubahan fungsi sebuah bangunan. Benteng itu disiapkan sebagai kediaman raja Skellige, tetapi para penguasa lebih memilih tempat asal mereka. Kaer Almhult kemudian dijadikan penjara sebelum akhirnya menjadi reruntuhan yang dapat dijelajahi Geralt.

Hubungan Skellige dengan Cintra juga terjalin melalui perkawinan keluarga kerajaan. Eist Tuirseach menikahi Ratu Calanthe dan menjadi raja Cintra. Ketika Nilfgaard menyerang Cintra, Eist tewas di Marnadal. Kehilangannya membuat permusuhan terhadap kekaisaran terasa sangat pribadi bagi keluarga dan sekutunya di Skellige.

Ciri pun memiliki hubungan lama dengan kepulauan ini. Semasa kecil, ia pernah mengunjungi Skellige dan dekat dengan keluarga Crach an Craite. Dalam novel, Yennefer juga mencari bantuan di kepulauan tersebut ketika berusaha menemukan Ciri. Karena itu, kedatangan Ciri dan Yennefer dalam game terjadi di tengah hubungan yang sudah terbentuk jauh sebelumnya.

Kedekatan itu membantu menjelaskan mengapa Crach dan orang-orang di sekitarnya begitu memperhatikan nasib Ciri. Hubungan pribadi membuka pintu yang belum tentu tersedia bagi pendatang lain. Meski demikian, ikatan keluarga dengan Cintra tidak membuat Skellige menjadi bagian dari kerajaan tersebut.

Klan, Jarl, dan Kekuasaan yang Terbagi

Klan menjadi dasar penting untuk memahami masyarakat Skellige. Nama keluarga menghubungkan seseorang dengan wilayah, pemimpin, dan hubungan antarkelompok yang sudah terbentuk sebelum ia lahir. Setiap jarl memimpin klannya, sedangkan penguasa kepulauan harus memperoleh pengakuan dari kekuatan-kekuatan tersebut.

Berikut tujuh klan yang menonjol dalam cerita, beserta pusat kekuasaan dan tokoh-tokohnya. Susunan ini menggambarkan keadaan pada masa cerita, bukan pembagian kekuasaan yang berlaku selamanya.

KlanPusat utamaTokoh dalam cerita
an CraiteKaer Trolde, Ard Skellig utaraCrach an Craite serta kedua anaknya, Cerys dan Hjalmar, yang menonjol dalam perebutan takhta.
DrummondKaer Muire, Ard Skellig selatanMadman Lugos, pesaing keras keluarga an Craite.
TuirseachAn SkelligBran dan putranya, Svanrige, yang berkepentingan besar dalam pergantian penguasa.
BrokvarSvorlag, SpikeroogUdalryk, jarl yang penderitaannya menjadi pusat quest Possession.
HeymaeyHindarsfjallDonar an Hindar, jarl di pulau yang menjadi pusat pemujaan Freya.
DimunHarviken, FaroeHolger Blackhand, salah satu jarl yang terlibat dalam pemilihan penguasa.
TordarrochUndvikHarald Houndsnout dan komunitas yang tercerai-berai setelah serangan ice giant.

Ard Skellig memperlihatkan mengapa satu pulau tidak selalu dapat disamakan dengan satu klan. Kaer Trolde dan Kaer Muire menjadi dua pusat kekuasaan di pulau yang sama. Kedekatan wilayah tidak membuat keluarga an Craite dan Drummond menjadi sekutu yang rukun.

Kewenangan jarl juga terasa dalam perkara sehari-hari. Dalam quest Stranger in a Strange Land, Geralt diadili oleh Lugos setelah pertikaian di Arinbjorn. Lugos menetapkan denda berupa perak, lalu membayarnya sendiri. Jika Geralt belum membantu Blueboy Lugos dalam The Cave of Dreams, ia pun berutang budi kepada Lugos. Jika bantuan itu sudah diberikan, Lugos menganggap pembayaran denda sebagai balasannya.

Peristiwa itu memperlihatkan betapa dekatnya putusan hukum dengan kekuasaan pribadi seorang jarl. Lugos dapat membebaskan Geralt dari denda, tetapi bantuan tersebut juga dapat menciptakan kewajiban baru. Terbebas dari hukuman tidak selalu berarti terbebas dari ketergantungan.

Kapal, Penghidupan, dan Kekerasan di Pesisir

Kekuatan maritim Skellige bergantung pada orang-orang yang membangun dan merawat kapalnya. Panduan An Skellig memuji para pembuat kapal setempat serta keterampilan yang diwariskan antargenerasi. Menurut panduan itu, pelanggan bahkan harus menunggu lama untuk mendapatkan kapal pesanan mereka. Di balik pelayaran yang dikenang dalam kisah kepahlawanan, ada pekerjaan terampil yang tidak dapat digantikan oleh keberanian seorang pelaut saja.

Penduduk memperbaiki perahu kayu di tepi Urialla Harbor, An Skellig.
Kekuatan maritim Skellige bergantung pada keterampilan para pembuat kapal dan orang-orang yang merawatnya, bukan hanya keberanian para pelaut.

Buku yang sama menyebut hidangan ikan sturgeon yang semakin langka akibat penangkapan berlebihan. Kelangkaan itu memperlihatkan bahwa pemanfaatan sumber daya laut juga memengaruhi makanan dan mata pencaharian penduduk. Laut menyediakan penghidupan, tetapi hasil laut bukan persediaan tanpa batas.

Informasi tersebut berasal dari buku perjalanan yang gemar memuji tempat tujuan. Meski demikian, rinciannya membantu melihat Skellige sebagai masyarakat dengan masakan, keahlian, pelanggan, dan persoalan pemanfaatan alam. Jumlah kapal, rumah, atau merchant yang tampak di layar juga tidak cukup untuk menggambarkan keadaan ekonomi seluruh kepulauan.

Penjarahan juga menjadi bagian dari kehidupan pesisir Skellige. Panduan Faroe menggambarkan para prajurit Dimun yang pulang dari penyerbuan, membagi hasil rampasan, lalu merayakannya dalam pesta. Bagi mereka yang kembali membawa rampasan, pelayaran semacam itu dapat menghasilkan pendapatan sekaligus pengakuan dari komunitas.

Bagi orang yang diserang, akibatnya tentu berbeda. Dalam quest Flesh for Sale, Geralt tiba di Trottheim, tempat para perompak memperdagangkan manusia. Para tawanan diperjualbelikan layaknya barang. Kisah keberanian para penyerbu tampak berbeda ketika dilihat dari pengalaman para korbannya.

Trottheim tidak mewakili kehidupan seluruh klan. Namun, mengabaikannya berarti menutupi kekerasan yang juga berlangsung di pesisir Skellige. Laut yang membawa hasil kerja pembuat kapal juga dapat membawa orang-orang yang dirampas kebebasannya.

Hubungan Skellige dengan dunia luar tidak hanya berupa penyerbuan. Panduan Hindarsfjall menawarkan perjalanan dari Poviss yang diatur komunitas pemuja Freya melalui kesepakatan dengan pendeta setempat. Di balik nada promosinya, buku itu memperlihatkan hubungan lintas laut melalui kunjungan keagamaan. Skellige memiliki alasan untuk menerima orang luar sekaligus mencurigai mereka.

Kehormatan yang Memberi Nama dan Menuntut Korban

Dalam masyarakat yang menjunjung reputasi, seseorang tidak cukup hanya mengaku berani. Tindakannya perlu disaksikan, diceritakan, atau dibuktikan agar mendapat tempat dalam ingatan bersama.

Quest The Path of Warriors memperlihatkan bagaimana keberanian seseorang diuji. Pesertanya harus melewati jalur berbahaya dan membawa pulang tanda bahwa ia telah menyelesaikannya. Reputasi diperoleh melalui tindakan yang diakui masyarakat, bukan semata-mata melalui silsilah keluarga.

Para skald, penyair dan penyanyi yang menjaga kisah kepahlawanan, membantu meneruskan ingatan itu. Mereka mengenang tindakan para leluhur sekaligus menyusun kisah tentang tokoh pada zaman mereka sendiri. Melalui lagu yang terus dinyanyikan, perbuatan seseorang dapat bertahan dalam ingatan bersama setelah pelakunya tiada.

Dalam Iron Maiden, Jutta an Dimun bersumpah kepada Freya bahwa ia hanya akan menerima lelaki yang mampu mengalahkannya. Sumpah itu merupakan pilihan pribadi Jutta, bukan aturan perkawinan yang berlaku bagi seluruh masyarakat Skellige. Kisahnya mempertemukan keyakinan, keterampilan bertarung, dan kebebasan menentukan pasangan.

Sisi lain kehormatan muncul dalam The Price of Honor. Timmon menunggu dua saudaranya yang pergi menjemput Agda, calon istrinya, dari Hindarsfjall. Perjalanan mereka berakhir dengan badai dan kematian Agda. Kedua saudara Timmon kemudian mengakhiri hidup karena merasa gagal menunaikan tanggung jawab mereka.

Tragedi itu tidak berhenti pada musibah di laut. Karena merasa gagal menjaga Agda, kedua saudara Timmon tidak sanggup pulang. Nilai kehormatan yang mereka hayati sebagai tuntutan untuk menjaga keluarga justru membuat keluarga itu kehilangan dua orang lagi.

Pemakaman Bran juga memperlihatkan pertemuan antara penghormatan dan kematian. Jenazah raja dilepas di atas kapal yang dibakar. Salah seorang selirnya ikut berada di atas kapal dan mati bersamanya, sementara Birna tetap di darat. Adegan itu menunjukkan besarnya tuntutan tradisi di sekitar kematian penguasa, tanpa berarti semua pemakaman di Skellige berlangsung dengan cara yang sama.

Kapal pemakaman Raja Bran terbakar di laut ketika warga Skellige menyaksikannya dari pantai.
Pemakaman Bran menjadikan kehormatan kerajaan sebagai ritual publik. Adegan ini juga memperlihatkan tuntutan tradisi yang dapat membawa orang hidup menuju kematian.

Rasa malu bahkan dapat menyeret orang yang tidak melakukan kesalahan. Dalam The Nithing, Jonna mengutuk putra Lothar setelah merasa dipermalukan oleh berakhirnya hubungan mereka. Anak itu menjadi sasaran konflik orang dewasa. Geralt dapat membalikkan kutukan kepada Jonna. Pilihan lainnya mengharuskan Lothar meninggalkan keluarganya dan kembali kepada Jonna.

Kasus-kasus tersebut memperlihatkan beragam cara orang menerapkan kehormatan. Ada yang menjadikannya tuntutan bagi diri sendiri, ada yang memakainya untuk menilai orang lain, dan ada pula yang menggunakan rasa malu sebagai pembenaran untuk menyakiti. Nilai yang sama tidak selalu menghasilkan tindakan yang sama.

Freya, Druid, dan Cara Memahami Dunia

Freya menempati posisi penting dalam kehidupan keagamaan Skellige. Buku Beliefs of Skellige: Freya menghubungkannya dengan kesuburan, cinta, keindahan, dan kelimpahan. Pusat pemujaannya berada di Hindarsfjall, sehingga perjalanan menuju pulau tersebut juga dapat menjadi perjalanan ke tempat suci.

Para prajurit memohon pertolongan Freya sebelum berangkat menyerbu, sementara pasangan yang ditinggalkan berdoa agar mereka pulang dengan selamat. Harapan mereka berbeda, tetapi tertuju kepada dewi yang sama. Pemujaan Freya merangkul keinginan untuk berhasil di laut sekaligus kembali kepada keluarga.

Para pendeta perempuan memimpin pemujaan Freya. Buku tersebut menggambarkan sang dewi melalui tiga aspek, yakni perempuan muda, ibu, dan perempuan tua. Para pendeta memegang otoritas dalam urusan keagamaan, meskipun hal itu tidak berarti seluruh hubungan sosial di Skellige bebas dari ketimpangan.

Pendeta Freya memimpin doa warga di dekat kuil di Hindarsfjall.
Para pendeta perempuan memegang otoritas dalam pemujaan Freya dan kehidupan keagamaan masyarakat Skellige.

Para druid memiliki kedudukan berbeda, tetapi dapat hidup berdampingan dengan para pemuja Freya. Menurut Beliefs of Skellige: Druids, keduanya dihubungkan oleh penghormatan terhadap alam, kesuburan, dan kehidupan. Penduduk mendatangi para druid untuk meminta nasihat, pengobatan, serta bantuan menyelesaikan perselisihan.

Pengetahuan tentang tumbuhan, alkimia, dan sihir membuat para druid dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tempat suci mereka, para druid berkumpul untuk belajar dan bermeditasi. Pengetahuan itu diwariskan dan digunakan untuk membantu warga, sehingga tradisi mereka tetap hidup melalui pekerjaan nyata, bukan hanya ritual dan kisah masa lalu.

Tidak semua bentuk pemujaan diterima di Skellige. Pemujaan Svalblod, yang dikaitkan dengan ritual berdarah, pernah dilarang, meskipun sebagian pengikutnya tetap mempertahankannya. Penghargaan terhadap keberanian bertarung tidak berarti ritual kekerasan tersebut diterima oleh semua orang.

Legenda Hemdall menambahkan gambaran mengenai akhir zaman. Menurut tradisi Skellige, Kambi akan membangunkan sang pahlawan untuk menghadapi Ragh nar Roog, pertempuran terakhir. Kisah itu merupakan bagian dari keyakinan setempat, bukan penjelasan pasti tentang seluruh peristiwa akhir zaman dalam game.

Di dunia The Witcher, sihir dan makhluk gaib memang nyata. Namun, kenyataan itu tidak otomatis membenarkan setiap penafsiran masyarakat mengenai penyebab suatu penderitaan. Di Skellige, membedakan keyakinan dari penyebab gaib yang dapat diselidiki kadang menentukan apakah seseorang mendapat pertolongan.

Ketika Penafsiran Tradisi Dipersoalkan

Udalryk, jarl Brokvar, percaya bahwa suara yang menyuruhnya menyakiti diri berasal dari para dewa. Dalam Possession, Geralt dan Cerys mengetahui bahwa anggapan itu keliru. Udalryk diganggu oleh hym yang memanfaatkan rasa bersalahnya atas kematian Aki, adiknya.

Cerys pun tidak langsung menemukan jawaban yang tepat. Meletakkan pedang Brokvar bersama jasad Aki tidak menghentikan penderitaan Udalryk. Setelah mengetahui penyebabnya, ia dan Geralt menghadapi dua pilihan, yakni memperdaya hym atau melawannya secara langsung.

Dalam pilihan tipu muslihat, Cerys membuat Geralt mengira telah mencelakakan bayi Udalryk, padahal bayi itu selamat. Hym meninggalkan Udalryk dan beralih kepada Geralt karena tertarik pada rasa bersalah yang baru. Ketika Geralt mengetahui bahwa bayi tersebut tidak terluka, rasa bersalahnya lenyap dan hym kehilangan cengkeramannya. Rencana ini memperlihatkan kecerdikan Cerys, sementara jalur pertarungan tetap menjadi pilihan lain yang tersedia.

Di Fayrlund, warga desa terbelah mengenai cara menghadapi Woodland Spirit. Dalam quest In the Heart of the Woods, Harald ingin mempertahankan hubungan ritual dengan Woodland Spirit, sedangkan Sven ingin membunuhnya. Geralt mengenali makhluk itu sebagai leshen. Perselisihan mereka juga menyangkut siapa yang berhak menentukan hubungan desa dengan hutan.

Jika Geralt mengikuti rencana Sven, ia dapat membunuh leshen, tetapi kelompok Sven tetap membantai para tetua. Jika Geralt memihak Harald dan memperbarui perjanjian dengan makhluk itu, kelompok Sven juga membunuh para tetua lainnya, lalu mengancam Harald. Geralt masih dapat membelanya. Keinginan mengakhiri tradisi berbahaya tidak otomatis membuat tindakan para penentangnya lebih adil. Nasib desa juga ditentukan oleh perebutan kewenangan di antara warganya.

Di Hindarsfjall, Morkvarg menjadi contoh lain tentang pelanggaran terhadap tempat suci. Dalam In Wolf's Clothing, ia muncul sebagai werewolf terkutuk yang mengganggu taman Freya. Penyelidikan Geralt dapat mengungkap keterlibatan Einar, bekas anggota kelompok Morkvarg, serta taring terkutuk yang menyebabkan perubahan wujudnya.

Kembalinya Morkvarg ke wujud manusia tidak menjamin perubahan sikap. Setelah kutukannya diangkat, ia masih ingin meneruskan perbuatannya. Wujud monster dan kesediaan menyakiti orang lain merupakan dua persoalan yang tidak selalu selesai bersamaan.

Taman Freya kemudian mengalami kerusakan lain dalam Nameless. Yennefer menggunakan nekromansi terhadap jasad Skjall untuk mendapatkan informasi tentang Ciri. Tindakan itu menguras kehidupan taman. Bagi para pencari Ciri, informasi tersebut sangat berharga. Bagi penjaga tempat suci, yang tersisa adalah kerusakan pada sesuatu yang mereka hormati.

Skjall dan Orang yang Kehilangan Hak atas Namanya

Skjall membantu Ciri ketika ia berada di Lofoten dan terancam Wild Hunt. Kepergiannya bersama Ciri justru membuat penduduk menganggapnya pengecut yang meninggalkan desa. Ia kehilangan kehormatan di mata orang-orang yang tidak mengetahui seluruh alasan tindakannya.

Untuk memulihkan nama baiknya, Skjall pergi ke taman Freya dan mencoba membunuh Morkvarg. Ia gagal dan meninggal akibat luka-lukanya. Setelah Yennefer menggunakan jasadnya untuk melakukan nekromansi, penghinaan terhadapnya belum berakhir. Ketika Ciri kemudian ingin mengunjungi makamnya, jasad Skjall ternyata berada di tempat pembuangan jasad orang-orang yang dianggap tercela.

Jika Geralt memenuhi permintaan Ciri dalam Skjall's Grave, Ciri menguburkan Skjall dengan layak. Penduduk memprotes karena mereka menganggapnya tidak pantas mendapat pemakaman yang terhormat. Ciri membela orang yang telah menolongnya dan menolak membiarkan penilaian penduduk menentukan cara jasadnya diperlakukan.

Ciri telah memberi Skjall pemakaman yang layak, tetapi tindakannya tidak serta-merta memulihkan nama baik Skjall di mata seluruh penduduk. Perbedaan itu memperlihatkan kekuatan sekaligus kekakuan penilaian masyarakat. Seseorang dapat bertindak berani dan tetap kehilangan hak untuk dikenang sebagai pemberani.

Undvik dan Batas Kemampuan Sebuah Komunitas

Di Undvik, kehancuran menimpa satu komunitas dalam skala yang lebih luas. Pulau yang dahulu dihuni dan menjadi tempat orang bekerja itu ditinggalkan setelah serangan ice giant. Panduan perjalanan tentang Undvik pun berubah menjadi peringatan agar pengunjung menjauhi bahaya.

Bengkel dan permukiman Tordarroch memperlihatkan jejak kehidupan yang tersimpan di lingkungan Undvik. Dahulu, tempat-tempat itu menjadi ruang untuk bekerja dan mewariskan keterampilan. Setelah penduduk terbunuh atau mengungsi, bangunan yang tersisa tidak dapat menghidupkan kembali komunitas mereka dengan sendirinya.

Permukiman klan Tordarroch yang terbengkalai di Undvik setelah serangan ice giant.
Bangunan dapat bertahan lebih lama daripada komunitas yang membangunnya. Di Undvik, hilangnya penduduk juga berarti hilangnya jaringan kerja dan keterampilan klan Tordarroch.

Hjalmar berangkat menghadapi raksasa untuk membuktikan kelayakannya menjadi raja. Dalam The Lord of Undvik, ekspedisinya memperlihatkan keberanian, tetapi juga menelan banyak korban. Geralt menemukan jejak mereka yang tewas dan anggota rombongan yang masih bertahan hidup sebelum akhirnya membantu mengalahkan raksasa.

Keberhasilan itu memberi alasan nyata untuk menghormati Hjalmar. Namun, mengalahkan satu musuh belum menjawab bagaimana permukiman akan dibangun kembali atau bagaimana rakyat akan dilindungi dari kehilangan berikutnya. Di Undvik, pertanyaan tentang kepahlawanan tidak dapat dipisahkan dari pertanyaan tentang pemerintahan.

Kematian Bran dan Perebutan Masa Depan

Kematian Bran membuka persaingan untuk memimpin kepulauan. Sebagai putra raja, Svanrige tidak otomatis mewarisi takhta. Cerys dan Hjalmar, kedua anak Crach an Craite, juga berusaha membuktikan kelayakan mereka dan memperoleh dukungan klan-klan lain.

Dalam monarki elektif, raja dipilih, tetapi tidak semua warga memiliki suara yang setara. Klan besar, asal keluarga, dan nama yang sudah dikenal tetap berpengaruh. Pergantian penguasa berlangsung dalam masyarakat yang kekuasaannya tidak terbagi secara merata.

Birna ingin mengganti sistem tersebut agar takhta diwariskan dalam keluarganya. Dalam King's Gambit, pembantaian di perjamuan Kaer Trolde menewaskan sejumlah kandidat dan mencemarkan nama tuan rumah. Beberapa tamu berubah menjadi beruang lalu menyerang orang-orang yang berkumpul di sana.

Jika Geralt membantu Cerys, mereka menemukan bahwa mead yang diminum para penyerang telah dicampuri jamur mardroeme. Penyelidikan membawa mereka kepada keterlibatan Arnvald dan hubungan pembantaian itu dengan Birna. Di hadapan para jarl, kesaksian Svanrige turut meruntuhkan pembelaan ibunya. Dalang pembantaian terungkap melalui penyelidikan dan kesaksian, bukan sekadar dengan mengalahkan para penyerang di aula.

Jika Geralt membantu Hjalmar, penyelidikan mereka berlanjut ke Fornhala, tempat para vildkaarl berada. Mereka menemukan kaitan dengan pemujaan Svalblod, tetapi tidak mengungkap siapa yang merencanakan pembantaian. Hjalmar tetap dapat membersihkan nama keluarganya dan memperoleh takhta.

Cerys berusaha menemukan siapa yang merencanakan pembantaian, sedangkan Hjalmar mengejar kelompok yang terlibat dalam serangan. Keduanya dapat memperoleh pengakuan sebagai penguasa melalui rangkaian tindakan yang berbeda. Perbedaan pendekatan itu memberi konteks bagi kemungkinan pemerintahan mereka, tetapi satu penyelidikan saja belum cukup untuk menjelaskan seluruh akibatnya.

Jika Cerys atau Hjalmar terpilih, penobatan mereka berlangsung di Gedyneith, tempat suci para druid. Dengan demikian, tempat yang digunakan untuk kegiatan keagamaan itu juga menjadi ruang pengesahan kekuasaan di Skellige.

Cerys dan Perhatian pada Kepulauan Sendiri

Jika Cerys menjadi ratu, epilog menggambarkan kemakmuran yang tumbuh ketika pemerintahannya lebih memperhatikan rakyat dan kepulauan sendiri. Penyerbuan ke pesisir negeri lain tidak lagi menjadi arah pemerintahannya. Perubahan prioritas itu mengurangi harga yang harus dibayar warga akibat penyerbuan berulang.

Epilog tidak merinci kebijakan Cerys atau menyatakan bahwa seluruh masalah sosial di Skellige telah terselesaikan. Perubahan yang terlihat jelas terletak pada prioritas pemerintahannya.

Hjalmar dan Kelanjutan Penyerbuan

Jika Hjalmar menjadi raja, serangan terhadap Nilfgaard berlanjut meskipun perang di daratan telah berakhir. Keberanian dan permusuhannya terhadap kekaisaran tetap mengarahkan tindakannya. Epilog menekankan besarnya harga yang harus dibayar rakyat Skellige.

Hjalmar mewakili nilai keberanian yang dihormati banyak orang Skellige. Namun, nama besar seorang pemimpin tidak menjamin keselamatan orang-orang yang berlayar atas perintahnya.

Svanrige dan Pemusatan Kekuasaan

Jika Geralt tidak membantu salah satu anak Crach memenangkan perebutan takhta, Svanrige dapat menjadi raja. Ia kemudian menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar alat Birna. Dalam The Sunstone, Svanrige menolak kesepakatan dengan Nilfgaard dan membunuh utusan kekaisaran.

Epilog menggambarkan Svanrige membentuk monarki absolut melalui pertumpahan darah di antara penduduk kepulauan. Ia memusatkan kekuasaan dengan menundukkan persaingan para jarl. Pemerintahan Cerys, Hjalmar, dan Svanrige merupakan kemungkinan akhir yang terpisah, bukan rangkaian peristiwa yang semuanya terjadi.

Cerys dengan kemakmuran kepulauan, Hjalmar dengan penyerbuan berlanjut, dan Svanrige dengan monarki absolut.
Tiga penguasa membawa Skellige ke arah berbeda: kemakmuran di bawah Cerys, penyerbuan berulang di bawah Hjalmar, atau monarki absolut yang dibangun melalui pertumpahan darah di bawah Svanrige.

Skellige dalam Pertempuran yang Melampaui Klan

Persoalan takhta berlangsung bersamaan dengan konflik yang jauh lebih besar. Dalam The Sunstone, peninggalan elf dicari untuk memancing Wild Hunt menuju medan pertempuran yang telah disiapkan. Skellige menjadi tempat bertemunya sejarah kuno kepulauan dengan ancaman lintas dunia.

Dalam pertempuran melawan Wild Hunt di Undvik pada On Thin Ice, Crach an Craite tewas di tangan Eredin. Kematian itu mengakhiri peran seorang jarl yang menghubungkan kepentingan klannya dengan kedekatan lama terhadap Ciri dan orang-orang yang berusaha melindunginya.

Setelah pertarungan dengan Wild Hunt, Ciri menuju menara elf dalam Tedd Deireadh, the Final Age untuk menghadapi White Frost. Tindakannya melampaui perebutan takhta Skellige. Namun, kenyataan bahwa peristiwa tersebut berlangsung di kepulauan tidak berarti seluruh legenda setempat terbukti secara harfiah.

Nasib Ciri dan masa depan pemerintahan Skellige ditentukan oleh rangkaian pilihan yang berbeda. Keduanya memiliki kemungkinan akhir dan konsekuensinya sendiri. Keterlibatan Skellige dalam konflik besar tidak menghapus persoalan yang masih harus dihadapi penduduknya di bawah penguasa masing-masing.

Apa yang Dipertahankan oleh Skellige

Skellige bertahan melalui keterampilan yang diwariskan, hubungan keluarga, keyakinan, dan kesediaan membela komunitas. Untuk memahami kepulauan ini, para pembuat kapal An Skellig, pendeta Freya, druid, serta keluarga yang menunggu kepulangan pelaut sama pentingnya dengan para calon raja. Mereka menunjukkan kehidupan yang harus terus berjalan setelah pesta atau pertempuran berakhir.

Tradisi dapat menjaga ikatan masyarakat, tetapi tuntutannya tidak ditanggung semua orang dengan cara yang sama. Skjall kehilangan penghormatan akibat penilaian yang keliru, sedangkan Undvik kehilangan penduduk dan pekerjaan yang dahulu menghidupkan permukimannya. Perebutan takhta memperlihatkan bahwa masa depan kepulauan dapat mengambil arah yang berbeda.

Di balik nama besar klan dan kisah kepahlawanan, pertanyaan paling mendasar bagi Skellige tetap menyangkut orang yang hidup di sana. Apa gunanya mempertahankan kebanggaan kepulauan jika semakin banyak keluarga kehilangan orang-orang yang mereka tunggu pulang?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama