Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, jasa witcher masih dibutuhkan. Geralt menerima kontrak untuk menghadapi monster dan kutukan, sementara Gaetan dari School of the Cat juga menjalani pekerjaan serupa. Namun, keberadaan orang yang masih mampu bekerja tidak menjamin sekolah asalnya dapat membentuk penerus. Seorang witcher membawa keterampilan hasil pendidikan lama. Sekolah harus menyediakan kesempatan agar keterampilan itu dapat dipelajari dan diteruskan oleh orang berikutnya.
School of the Wolf, School of the Cat, dan School of the Viper memperlihatkan hambatan yang berbeda. Wolf masih memiliki Kaer Morhen dan pengetahuan para anggotanya. Surat kepada Gaetan melaporkan perebutan sekolah Cat serta ancaman terhadap para penyintas. Letho berusaha memperoleh pembangunan kembali Viper melalui kesepakatan dengan penguasa. Riwayat mereka membantu menjelaskan bagaimana sekolah kesulitan membentuk penerus ketika sebagian anggotanya masih mampu bekerja.
![]() |
| Kaer Morhen masih berdiri, tetapi keberadaan tempat ini tidak otomatis berarti fungsi sekolah witcher telah pulih. |
Kontrak Berlanjut, Pendidikan Memerlukan Kesinambungan
Regenerasi sekolah berarti pembentukan penerus yang kelak dapat meneruskan pengetahuan dan peran pengajarnya. Dalam pendidikan lama, pembentukan witcher bermutasi melibatkan latihan bertarung, pengetahuan khusus, dan perubahan tubuh. Keberlangsungan pendidikan itu memerlukan orang yang mampu mengajar serta sarana untuk menjalankannya. Kemampuan seorang anggota memakai keterampilan lamanya belum menunjukkan bahwa seluruh rangkaian tersebut tersedia bagi calon murid.
Pekerjaan yang masih ada pun mempunyai ketidakpastian tersendiri. Dalam cabang Swamp Thing ketika Geralt menawar bayaran, Leslav tidak mampu langsung memenuhi kesepakatan dan meminta waktu seminggu dengan janji membayar lebih besar. Kasus ini memperlihatkan risiko pembayaran dalam profesi witcher, tetapi tidak menjelaskan cara sekolah membiayai pendidikan. Pendapatan seorang pemburu monster dan kemampuan sekolah menerima penerus berada pada skala yang berbeda.
Karena itu, adanya kontrak tidak cukup untuk mengukur kesehatan sekolah. Permintaan jasa dapat dipenuhi oleh orang yang telah lama terlatih, sementara pendidikan yang menghasilkan mereka menghadapi masalahnya sendiri. Sebaliknya, keterlambatan satu pembayaran tidak membuktikan bahwa sekolah kekurangan biaya atau bahwa seluruh profesi sedang kehilangan penghasilan.
Permusuhan Menjangkau Tempat Pendidikan
Dalam buku Monstrum, or a Portrayal of Witchers. Volume 1, witcher digambarkan sebagai makhluk tercela yang tidak pantas hidup di tengah masyarakat. Teks itu bahkan menyerukan penghancuran Kaer Morhen. Kebencian tersebut tidak hanya ditujukan kepada para witcher, tetapi juga kepada tempat mereka dididik.
Seruan itu mengancam tempat pewarisan pengetahuan, sehingga sasaran permusuhannya melampaui seorang witcher yang sedang mengambil pekerjaan. Namun, pamflet tersebut bukan catatan penyerangan Kaer Morhen. Teksnya sendiri tidak menetapkan pelaku dan waktu serangan nyata ataupun membuktikan bahwa seruannya menyebabkan kejadian tertentu. Yang dapat dibaca langsung adalah penolakan terhadap keberadaan witcher sekaligus tempat yang memungkinkan pendidikan mereka berlangsung.
Witchers: Not Quite the Devils You Thought menentang prasangka tersebut dengan membahas budaya, pengetahuan, dan pendidikan witcher. Buku itu juga menyebut perbedaan cara bertarung, latihan, serta pandangan antarsekolah. Sikap masyarakat maupun tradisi witcher tidak dapat dianggap seragam. Begitu pula dengan kemundurannya, yang perlu ditelusuri melalui keadaan masing-masing sekolah.
Wolf: Pengetahuan Bertahan, Pengajar Berkurang
Di School of the Wolf, hubungan antaranggota, penggunaan pengetahuan, dan sebagian kegiatan pengajaran masih bertahan. Kaer Morhen tetap dipakai sebagai tempat berkumpul. Persoalannya terletak pada kesinambungan kegiatan tersebut setelah orang-orang yang membawa pengalaman pendidikan lama tidak lagi ada.
Peninggalan di kawasan benteng memperlihatkan perbedaan antara tersedianya sarana dan berjalannya kegiatan. Catatan quest The Witchers' Forge menyebut seorang mage yang dahulu membuat perlengkapan khusus bagi witcher Wolf di sebuah bengkel lama. Ruang dan hasil keahliannya masih dapat ditemukan setelah pemilik keahlian itu tiada. Ini jejak pembuatan perlengkapan, bukan bukti fasilitas mutasi. Menghidupkan kembali kegiatannya tetap memerlukan orang yang mampu mengerjakannya.
Kematian Vesemir dalam The Battle of Kaer Morhen memperberat persoalan pewarisan. Wolf kehilangan pembimbing berpengalaman yang memahami tradisi pendidikan lama. Geralt, Eskel, dan Lambert masih memiliki keterampilan serta pengalaman masing-masing, sehingga pengetahuan sekolah tidak ikut lenyap seluruhnya. Yang hilang adalah kesempatan memperoleh bimbingan langsung dari Vesemir.
Ketika penerus belum terbentuk secara berkelanjutan, kehilangan seorang pengajar mengurangi kesempatan orang lain belajar darinya. Sekolah dapat tetap mempunyai anggota dan tempat berkumpul sambil semakin bergantung pada sedikit orang. Keadaan ini menjelaskan kerapuhan Wolf tanpa menjadikan kematian Vesemir sebagai awal seluruh masalah atau pernyataan bahwa sekolah resmi ditutup.
Cat: Sekolah Direbut, Anggota Menjadi Buruan
Dalam Letter to Gaetan, Joël melaporkan bahwa pasukan telah merebut sekolah mereka dan membunuh Axel serta Cedric. Ia belum mengetahui nasib Schrödinger. Joël juga memperingatkan bahwa dirinya dan Gaetan telah menjadi buruan berhadiah, lalu menyarankan Gaetan menghindari kota dan jalan utama agar tidak menarik perhatian.
Surat itu ditemukan di tempat penyimpanan Gaetan dalam Take What You Want, yang tersedia jika Geralt membiarkannya hidup. Keterangannya tidak merinci identitas pasukan, alasan serangan, atau keadaan pendidikan setelahnya. Tidak ada dasar untuk menghubungkan perebutan sekolah Cat itu langsung dengan seruan Monstrum terhadap Kaer Morhen.
Meski terbatas, laporan Joël memperlihatkan ancaman yang konkret terhadap kelangsungan sekolah. Tempat mereka telah direbut, anggota terbunuh, dan dua orang yang masih berkirim kabar harus menghindari perburuan. Keahlian yang dibawa penyintas tidak otomatis memulihkan lingkungan untuk berkumpul, mengajar, dan menjaga calon penerus. Perebutan tempat serta ancaman terhadap orang-orangnya merusak prasyarat keamanan kegiatan tersebut.
Gaetan sendiri masih mengambil kontrak memburu monster, seperti diketahui Geralt dalam Where the Cat and Wolf Play.... Surat Joël tidak memberi penanggalan yang memastikan apakah serangan terhadap sekolah terjadi sebelum atau sesudah kontrak itu. Kedua sumber tetap membantu membedakan kemampuan seorang anggota bekerja dari keadaan tempat pendidikannya. Keduanya belum memberi jawaban pasti tentang penerimaan murid atau pelaksanaan mutasi Cat pada masa tersebut.
Viper: Janji Pemulihan dan Harga Politiknya
School of the Viper menghadapi persoalan pembangunan kembali. Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Letho mengatakan bahwa sekolah-sekolah witcher di selatan telah lama runtuh. Ia menerima misi pembunuhan politik dari Emhyr var Emreis karena dijanjikan pembangunan kembali Viper. Motif mempertahankan sekolah mempunyai dasar eksplisit dalam keterangannya.
Selain Serrit dan Auckes, Letho menyebut dua anggota Viper lain yang menurut perkiraannya masih hidup, meskipun sudah bertahun-tahun tidak ditemuinya. Ia membayangkan para anggotanya dapat keluar dari persembunyian dan pulang. Harapannya menghubungkan keberadaan orang-orang yang tersisa dengan pemulihan tempat mereka berasal. Namun, pemulihan yang ia harapkan bergantung pada kesediaan Emhyr menepati janji.
Harga kesepakatan tersebut menjangkau jauh ke luar sekolah. Letho menjelaskan bahwa operasinya bertujuan membunuh penguasa Utara, mengarahkan kesalahan kepada para sorceress, dan menciptakan kekacauan menjelang invasi Nilfgaard. Ia menukar kemampuan membunuh dengan harapan memperoleh kembali sekolahnya. Kepentingan melanjutkan institusi dengan demikian ikut membawanya ke pekerjaan yang mengorbankan orang lain dan melayani perluasan kekuasaan sang pemberi janji.
Dalam jalur ketika Letho dibiarkan hidup pada akhir game sebelumnya, Ghosts of the Past memperlihatkannya bersembunyi dari pemburu bayaran. Letho mengatakan Emhyr kini menganggapnya saksi yang tidak diperlukan. Peralihan dari pelaksana misi menjadi buruan memperlihatkan risiko bergantung pada penguasa yang kepentingannya dapat berubah. Pertemuan itu tidak memperlihatkan pemulihan Viper atau memastikan nasib seluruh anggotanya. Letho harus menyelamatkan diri, sementara rencana pembangunan kembali sekolahnya tidak terlihat terwujud dalam jalur ini.
Uma dan Ciri Menguji Batas Kemunduran
Keadaan sekolah yang rapuh tidak berarti seluruh pengetahuan lama sudah tidak dapat digunakan. Dalam Va Fail, Elaine, Geralt menyiapkan ramuan Decoctions of the Grasses, sementara Yennefer mengarahkan penanganan Uma. Tahap awal Trial of the Grasses dipakai dalam upaya mengangkat kutukan, lalu sihir Yennefer memulihkan wujud Avallac'h.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sebagian prosedur lama masih dapat dijalankan melalui kerja sama. Namun, mengangkat kutukan satu orang dan menjalankan seluruh pendidikan serta mutasi untuk calon witcher merupakan pekerjaan berbeda. Uma tidak sedang diterima sebagai murid. Kasus ini membantah anggapan bahwa semua kemampuan telah musnah, sekaligus tidak membuktikan bahwa jalur pembentukan witcher baru telah pulih.
![]() |
| Penanganan Uma di Kaer Morhen memperlihatkan penggunaan kembali sebagian pengetahuan lama untuk mengangkat kutukan, bukan untuk menghasilkan witcher baru. |
Ciri memberi batas lain terhadap definisi regenerasi yang hanya menghitung pengulangan mutasi. Dalam ending ketika ia memilih hidup sebagai witcher, Geralt meneruskan pengetahuannya kepada Ciri sebelum mereka menjalani jalan masing-masing. Jalur itu memperlihatkan pewarisan keterampilan di luar pembentukan witcher bermutasi melalui pendidikan lama.
Kelanjutan profesi dan tradisi dengan cara tersebut tetap berarti. Akan tetapi, satu hubungan guru dan murid belum memperlihatkan sekolah yang terus menerima penerus atau menyiapkan orang untuk mengambil alih peran pengajar. Pengalaman Ciri juga tidak dapat langsung dijadikan model bagi setiap calon. Kemunduran pendidikan lama perlu diakui tanpa menutup kemungkinan bentuk pewarisan yang berbeda.
Hambatan yang Berbeda, Kesulitan Memulihkan Sekolah
Perbandingan ketiga sekolah memperlihatkan mengapa pemulihan tidak cukup diukur dari satu peninggalan atau satu orang yang masih hidup. Wolf masih mempunyai tempat dan pengetahuan, tetapi kesinambungan pengajarnya rapuh. Surat Joël menunjukkan bagaimana perebutan sekolah Cat disertai kematian dan ancaman terhadap anggota. Upaya Letho menggantungkan pembangunan kembali Viper pada kepentingan pihak yang tidak dapat ia kendalikan.
Riwayat ketiga sekolah tidak menyediakan jumlah pasti witcher atau ukuran kebutuhan jasa dari masa ke masa. Kontrak yang masih tersedia tidak membuktikan bahwa permintaannya selalu tetap. Namun, serangan terhadap sekolah, kehilangan pembimbing, dan ketergantungan politik memberi alasan tersendiri untuk menjelaskan sulitnya pembentukan penerus. Pemulihan sekolah masih memerlukan pengajar, calon murid, pengetahuan, sarana, dan keamanan yang dapat dipertemukan dalam pendidikan berkelanjutan.
Karena itu, witcher yang masih berburu monster dapat hidup berdampingan dengan sekolah yang sulit memperbarui dirinya. Keahlian hasil pendidikan lama terus memberi manfaat, sementara kehilangan pengajar, perebutan tempat, atau ketergantungan politik menyulitkan pewarisannya. Pemulihan masing-masing sekolah memerlukan jawaban terhadap hambatannya sendiri. Bertambahnya pekerjaan atau bertahannya seorang anggota tidak dengan sendirinya menyediakan jawaban tersebut.


