Langsung ke konten

Kehidupan Pedesaan Velen di The Witcher 3: Pangan, Pekerjaan, dan Pilihan Bertahan Hidup

Dagmar dan Preben membawa makanan ke sebuah altar di Velen, tetapi sosok yang mereka sebut Allgod menolak persembahan itu karena dianggap tidak cukup. Perang membuat keduanya kesulitan menyediakan hidangan yang dimintanya. Mereka tetap datang karena percaya Allgod telah menjaga desa selama bertahun-tahun. Dalam A Greedy God, makanan yang berhasil diperoleh warga masih harus dibagi dengan tuntutan pihak yang mereka yakini sebagai pelindung.

Persoalan itu memberi jalan untuk memahami kehidupan pedesaan dalam The Witcher 3: Wild Hunt. Di tengah perang dan kekuasaan yang terpecah di Velen, warga harus memikirkan cara memperoleh makanan, mendatangi tempat kerja dengan aman, dan menjaga orang-orang yang menjadi tanggung jawab mereka. Pilihan bertahan hidup juga menyangkut apa yang diserahkan demi bantuan serta kegiatan bersama yang tetap ingin dipertahankan. Kehidupan desa berlanjut melalui keputusan-keputusan tersebut, meskipun warga tidak selalu dapat menentukan syarat atau hasilnya.

Warga membawa barang di jalan sebuah permukiman pedesaan Velen yang dikelilingi rumah beratap jerami.
Aktivitas sehari-hari tetap berlangsung di permukiman pedesaan Velen, meskipun perang dan berbagai ancaman membatasi kehidupan warganya.

Makanan yang Harus Dibagi dengan Kewajiban

Dagmar dan Preben menghadapi tuntutan yang tidak menyesuaikan diri dengan kemampuan mereka. Allgod meminta persembahan lebih baik ketika perang justru menyulitkan penyediaannya. Makanan yang diserahkan memiliki dua kegunaan yang saling mendesak: menopang hidup warga dan mempertahankan hubungan dengan sosok yang dipercaya melindungi desa. Karena itu, beban persembahan perlu dinilai dari bagian yang harus dilepaskan ketika warga sendiri sedang kesulitan, bukan hanya dari banyaknya makanan di altar.

Kisah awal A Towerful of Mice memperlihatkan hambatan lain. Ketika pasukan Nilfgaard mendekat, Lord Vserad berlindung di menara Fyke Isle bersama orang-orangnya. Catatan quest menggambarkan kelimpahan di pihak sang penguasa ketika kelaparan berlangsung di sekitarnya. Persediaan itu tidak dengan sendirinya menjadi makanan bagi orang yang membutuhkan. Berbeda dari kewajiban Dagmar dan Preben menyerahkan sebagian miliknya, persoalan di sekitar menara adalah kesenjangan antara mereka yang menguasai persediaan dan mereka yang kelaparan.

Dalam kedua kasus tersebut, mengetahui bahwa makanan tersedia belum menjelaskan siapa yang dapat memakainya. Warga perlu memperoleh makanan sekaligus mempertahankan bagian yang dapat digunakan untuk hidup. Perbandingan ini berlaku pada keadaan yang diceritakan masing-masing quest; kelimpahan Vserad tidak memberikan ukuran bagi persediaan seluruh Velen.

Patung kayu di altar Allgod yang dikelilingi lilin dan benda persembahan di reruntuhan Wastrel Manor, Velen.
Altar Allgod menjadi tempat warga menyerahkan persembahan kepada sosok yang mereka percayai sebagai pelindung desa. Ketika perang menyulitkan mereka menyediakan makanan, tuntutan persembahan menjadi beban tambahan.

Kedua warga menerima tawaran Geralt untuk berbicara kepada Allgod. Sang witcher lalu menemukan bahwa penerima persembahan itu sebenarnya seekor sylvan yang menyamar sebagai dewa. Geralt dapat menekannya agar menerima makanan sederhana, membiarkan tuntutannya berlanjut, atau membunuhnya. Ketika tuntutan berhasil dikurangi, warga berterima kasih; kematian sylvan justru membuat mereka berduka. Mengurangi makanan yang harus diserahkan dan menghapus sosok yang dipuja menghasilkan tanggapan berbeda. Kelegaan warga pada cabang negosiasi datang melalui intervensi seseorang yang mengetahui identitas penerima persembahan dan mampu menekannya. Keyakinan bahwa Allgod menjaga desa sendiri tetap tidak membuktikan adanya perlindungan tersebut.

Ketika Ladang dan Danau Menjadi Tempat Berbahaya

Mempertahankan penghidupan juga menuntut akses ke tempat bekerja. Di Midcopse, kepala desa bernama Bolko memasang pengumuman agar warga tidak pergi sendirian ke ladang dan membawa sabit atau garu. Dalam pengumuman yang mengawali Contract: Jenny o' the Woods, ia memperingatkan adanya sosok berbahaya yang dilaporkan berkeliaran di sana. Ia sekaligus menawarkan imbalan kepada orang yang sanggup mengatasi ancaman itu.

Arahan Bolko mengubah syarat untuk tetap mendatangi ladang: warga diminta memperhitungkan pendamping dan alat yang dibawa. Peringatan tersebut merupakan upaya mengurangi bahaya selama ancaman belum ditangani. Tawaran imbalan mempunyai tujuan lebih jauh, yakni menyingkirkan penyebab ketidakamanan. Kedua langkah diperlukan untuk kebutuhan yang berbeda. Berhati-hati memungkinkan warga mencoba melanjutkan kegiatan, sementara penanganan monster diharapkan menghilangkan alasan mereka harus terus berjaga.

Dua warga bekerja di lahan terbuka di Velen. Salah satunya membawa alat gali, sedangkan warga lain membungkuk di dekat tanah.
Warga Velen tetap mengolah lahan untuk mempertahankan penghidupan. Namun, seperti diperlihatkan dalam pengumuman di Midcopse, bekerja di ladang juga dapat menghadapkan mereka pada ancaman.

Di perairan sekitar Fyke Isle, hambatan datang dari ketakutan terhadap kutukan. Menurut catatan A Towerful of Mice, para nelayan takut melayari danau, sehingga keadaan ekonomi setempat ikut memburuk. Perairan masih ada, tetapi ancaman yang mereka khawatirkan memengaruhi keputusan untuk mendatanginya. Kutukan Fyke Isle dengan demikian membawa akibat bagi orang-orang yang tidak berada di menara ketika tragedinya terjadi.

Perairan di sekitar Fyke Isle saat senja, dengan siluet pulau dan bangunan yang terlihat di kejauhan.
Menurut catatan quest A Towerful of Mice, ketakutan terhadap kutukan Fyke Isle membuat para nelayan enggan melayari danau di sekitarnya.

Ladang Midcopse dan danau di sekitar Fyke Isle memperlihatkan bagaimana bahaya menghambat penggunaan sumber nafkah yang masih tersedia. Di Midcopse, warga diperingatkan agar mengubah cara mendatangi ladang; di sekitar pulau, ketakutan membuat nelayan enggan berlayar. Bagi penduduk, mempertahankan pekerjaan mencakup usaha memperoleh kembali akses yang aman. Hubungan ini tidak memerlukan anggapan bahwa semua monster dan kutukan diciptakan oleh perang. Asal ancaman dapat berbeda, sementara akibatnya sama-sama memasuki keputusan tentang bekerja.

Ancaman terhadap Keluarga

Pengumuman Contract: Monster in the Cemetery di Lindenvale mempertemukan peringatan tempat berbahaya dengan kehilangan yang dialami sebuah keluarga. Warga diminta menjauhi pemakaman karena sesuatu menggali kuburan dan menyerang orang yang datang. Pengumuman itu juga melaporkan penculikan putra seorang penggiling gandum. Persoalannya telah menyangkut keselamatan seseorang yang perlu dilindungi, melampaui gangguan terhadap makanan atau pekerjaan.

Imbauan menjauh dapat mengurangi kemungkinan orang lain mendatangi tempat berbahaya, tetapi tidak menyelesaikan penculikan yang sudah terjadi. Karena itu, pengumuman tersebut juga menawarkan imbalan bagi orang yang mampu membunuh monster. Peringatan dan permintaan bantuan menjawab dua keadaan berbeda: mencegah warga lain terpapar bahaya dan mencari pihak yang dapat menghadapi pelakunya. Kasus Lindenvale menunjukkan mengapa menghindari lokasi saja belum cukup untuk menjaga kehidupan keluarga.

Mencari Bantuan dengan Syarat yang Berbeda

Pengumuman di Midcopse dan Lindenvale mengubah kebutuhan setempat menjadi pekerjaan yang dapat diambil orang luar. Keduanya menyebut ancaman dan menjanjikan imbalan bagi pihak yang mampu menanganinya. Warga berusaha menarik keahlian yang dibutuhkan tanpa harus lebih dahulu mengetahui siapa yang akan datang. Dalam hubungan ini, mereka mengajukan tugas dan tawaran bayaran; keberadaan pengumuman sendiri belum memastikan bahwa penolong tersedia.

Papan pengumuman kayu dengan sejumlah pemberitahuan tertempel di sebuah permukiman Velen.
Papan pengumuman menjadi salah satu sarana bagi warga Velen untuk menyampaikan persoalan dan mencari bantuan ketika menghadapi ancaman.

Penduduk sekitar Fyke Isle menempuh jalur yang lebih langsung. Catatan A Towerful of Mice menyebut para petani setempat meminta Keira Metz mengangkat kutukan yang membuat nelayan takut melayari danau. Keira kemudian melibatkan Geralt. Permintaan warga menjadi awal rangkaian bantuan yang melibatkan kemampuan beberapa orang. Cara menangani kutukan bergantung pada pengetahuan dan tindakan pihak yang dimintai bantuan. Tujuan praktis permohonan warga dekat dengan kebutuhan sehari-hari: menghilangkan alasan nelayan takut mendatangi sumber nafkahnya.

Di Downwarren, kepala desa mengandalkan hubungan yang sudah mempunyai kewajiban pembayaran. Dalam Ladies of the Wood, ia meminta penanganan ancaman di dekat permukimannya. Setelah Geralt melaporkan penyelesaian urusan tersebut, kepala desa memotong telinganya sendiri sebagai upeti kepada Crones. Hubungan warga dengan Crones melibatkan kekuatan supernatural yang benar-benar mampu membantu dan menghukum. Upeti ini tidak dapat disamakan dengan persembahan kepada sylvan yang berpura-pura menjadi dewa, ataupun tawaran upah bagi pemburu monster.

Perbedaan jalur bantuan menentukan ruang bertindak bagi pemohon. Pengumuman membuka tawaran kepada siapa pun yang mampu mengambil pekerjaan; permintaan kepada Keira mengarahkan kebutuhan kepada orang yang dikenal; upeti Downwarren mengikuti kewajiban yang diakui kepala desanya. Ia mengambil langkah demi kepentingan desa sambil menanggung luka pada tubuh sendiri. Kemauan mencari pertolongan memperlihatkan tindakan warga, tetapi bentuk pengorbanannya ditentukan pula oleh hubungan yang mereka gunakan. Tidak semua biaya bantuan dapat dipenuhi dengan menyerahkan uang.

Mempertahankan Kehidupan Bersama

Warga juga mempertahankan hal yang tidak langsung menghasilkan makanan atau mengatasi monster. Dalam Letter to pellar, Bolko meminta agar ritual Forefathers' Eve tetap diselenggarakan. Ia menyebut pemburu penyihir yang memanfaatkan kemiskinan dengan membayar informan. Meski mengetahui risikonya, ia tidak ingin orang mati dibiarkan mengembara tanpa ketenangan. Bolko telah meminta, mengancam, lalu memohon kepada Pellar; ia bahkan menawarkan diri untuk mengaku bertanggung jawab jika diperlukan.

Surat itu menunjukkan keputusan yang berbeda dari anjuran berhati-hati di ladang. Di sana Bolko mencoba mengurangi paparan bahaya. Dalam permintaan ritual, ia bersedia menghadapi risiko karena menganggap tanggung jawab kepada orang mati tidak layak ditinggalkan. Kebutuhan komunitas baginya mencakup hubungan yang harus dipelihara setelah kematian. Dengan menawarkan diri untuk bertanggung jawab, Bolko ikut menempatkan dirinya dalam risiko yang ia minta dihadapi Pellar.

Melalui pengumuman dan surat, Bolko berusaha mengubah persoalan desa menjadi tanggung jawab yang dapat dikerjakan bersama. Ia menyampaikan bahaya kepada warga, menawarkan pekerjaan kepada penolong, dan mengajukan alasan kepada Pellar untuk tetap mengadakan ritual. Setiap cara meminta bantuan memerlukan pihak lain yang bersedia bertindak. Penentuan kebutuhan dan usaha mempertemukannya dengan kemampuan orang lain sudah merupakan tindakan dari dalam komunitas. Warga ikut membentuk tanggapan terhadap keadaan yang mereka hadapi.

Pilihan-pilihan ini memperlihatkan isi kehidupan yang sedang dipertahankan di pedesaan Velen. Makanan perlu dapat dipakai untuk hidup, tempat bekerja perlu dapat didatangi, dan keluarga membutuhkan perlindungan dari ancaman. Pada saat yang sama, Bolko masih memperjuangkan kewajiban bersama terhadap orang mati. Warga mengambil langkah berdasarkan apa yang mereka anggap perlu dijaga dan pertolongan yang dapat dijangkau. Sebagian keputusan mengurangi beban atau risiko; sebagian justru menerima pengorbanan agar sesuatu yang dianggap penting tidak hilang. Bertahan hidup di sini mencakup usaha mempertahankan hubungan dan kegiatan yang membuat kehidupan desa terus berarti bagi penghuninya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama