Langsung ke konten

Fyke Isle: Kutukan Anabelle dan Warisan Riset Alexander

Catatan penelitian Alexander menyisakan dua kemungkinan bagi masa depan: mengembangkan vaksin dan memakai bakteri wabah sebagai senjata. Keduanya masih membutuhkan waktu serta sumber daya yang belum dimilikinya. Namun, kemungkinan itu cukup untuk membuat peninggalan sang mage tetap berharga setelah ia tewas. Menara yang menyimpan catatannya bisa ditinggalkan, sementara persoalan tentang penggunaan risetnya dapat dibawa ke tempat lain.

Menara itu berdiri di Fyke Isle, pulau di Danau Wyndamer, Velen. Di tepi utara danau terdapat desa Oreton. Dalam The Witcher 3: Wild Hunt, kehidupan di sekitar perairan ini terganggu oleh kutukan yang dikaitkan dengan kematian penghuni menara. Roh Anabelle, putri penguasa yang berlindung di sana, menjadi pusat persoalannya.

Menara Fyke Isle berdiri di pulau berpohon di seberang Danau Wyndamer.
Danau Wyndamer memisahkan Fyke Isle dari daratan Velen.

Fyke Isle mempertemukan orang-orang dengan kebutuhan yang berbeda. Vserad membutuhkan tempat berlindung, Alexander membutuhkan subjek penelitian, dan warga yang kelaparan melihat kemewahan penguasa mereka. Sesudah para penghuni menara tewas, pulau masih menyimpan roh dan catatan penelitian yang menuntut penanganan berbeda. Nasib tempat ini tidak cukup dinilai dari hilangnya kutukan. Apa yang terjadi pada Anabelle dan siapa yang memperoleh riset Alexander juga menentukan akibat tragedinya.

Tempat Berlindung di Tengah Kelaparan

Ancaman pasukan Nilfgaard membawa Vserad beserta rumah tangganya ke Fyke Isle. Journal A Towerful of Mice menempatkan kepindahan itu sekitar setengah tahun sebelum penyelidikan atas kutukan. Penguasa Velen tersebut menikmati kelimpahan ketika kelaparan berlangsung di sekitarnya. Jarak antara keadaan penghuni menara dan warga di luar pulau menjadi bagian dari penjelasan tentang kemarahan yang kemudian pecah.

Perairan di sekeliling pulau memberi jarak dari daratan, tetapi tidak memutus hubungan penghuninya dengan masyarakat Velen. Vserad tetap mampu memasok tahanan untuk penelitian Alexander, dan warga yang marah dapat menyeberang untuk menyerbu menara.

Kisah awal tentang pulau menyederhanakan kehancuran tersebut menjadi hukuman para dewa. Penguasa yang mengabaikan penderitaan rakyat dikutuk, lalu tikus melahap dirinya dan seisi menara. Versi ini memberi pelaku, sebab, dan hukuman yang mudah dipahami. Penyelidikan di tempat kejadian kemudian memperlihatkan penyerbuan warga serta kematian Anabelle yang lebih rumit. Klaim tentang campur tangan para dewa tidak dapat diperlakukan sebagai penjelasan yang sudah terbukti.

Kelaparan membantu menjelaskan kemarahan warga, tetapi tidak membuat semua korban menara memiliki tanggung jawab yang sama. Anabelle berada di dalam rumah tangga Vserad, sedangkan tahanan yang dibawa untuk eksperimen bahkan tidak datang atas pilihan mereka. Menilai tragedi sebagai hukuman yang pantas bagi seisi bangunan akan menghapus perbedaan itu. Kekerasan di Fyke Isle juga sudah berlangsung sebelum warga menerobos masuk.

Tahanan yang Disebut Sukarelawan

Dalam The Mage Alexander's Log, Part 1, peneliti mengeluhkan subjek yang disediakan Vserad. Mereka dibawa dari penjara dalam keadaan kelaparan dan ketakutan, hingga perlu dibersihkan sebelum masuk laboratorium. Alexander menyalahkan kondisi mereka atas hasil yang tidak dapat diandalkan dan menepis kemungkinan kesalahan metode.

Hubungan penguasa dan mage memungkinkan kegiatan itu berlangsung. Vserad menguasai akses terhadap tahanan, sementara Alexander menentukan perlakuan mereka di laboratorium. Dengan demikian, kekerasan di menara sudah dapat dilihat dari cara penelitian memperoleh subjeknya, sebelum penyerbuan dan kutukan mengubah keadaan pulau.

Alexander menyebut mereka "sukarelawan", meskipun mengakui bahwa para subjek memandang penelitian sebagai bagian dari hukuman. Persetujuan mereka tidak menjadi syarat yang dijelaskannya. Ia justru menerima perkiraan bahwa banyak dari mereka akan mati sebagai pengorbanan demi pengetahuan. Sebutan sukarelawan membuat paksaan terdengar seperti kesediaan untuk ikut mencapai tujuan peneliti.

Layar pembacaan The Mage Alexander's Log, Part 1, berisi catatan tentang subjek yang dibawa dari penjara.
Alexander mencatat bahwa subjeknya dibawa dari penjara dalam keadaan kelaparan dan ketakutan.

Tujuan memberantas penyakit tidak menjawab persoalan persetujuan tersebut. Jika peneliti yang menentukan manfaat sekaligus menerima pengorbanan, orang-orang yang menanggung risiko membutuhkan kuasa untuk menolak. Hubungan antara tahanan dan penguasa yang memasok mereka justru memperlemah kemampuan itu.

Log berikutnya menambahkan jarak antara peneliti dan subjek. Alexander percaya sihir telah memperkuat kekebalannya saat ia mengamati tikus yang terinfeksi. Ketika orang-orang dalam penelitian berhenti berbicara kepadanya, ia membacanya sebagai pembangkangan yang tidak merugikan dirinya. Di tempat yang sama, perlindungan pribadi peneliti menjadi alasan untuk menepis kecemasan, sementara ketakutan subjek dianggap menghambat pekerjaan.

Keyakinan Alexander juga memiliki batas. Seekor tikus hitam yang dipisahkannya ke kandang tersendiri kemudian mati. Ia tidak menemukan tanda penyakit saat memeriksanya dan tidak dapat menjelaskan penyebab kematian itu. Catatannya tidak memberi dasar untuk menetapkan penyebab supernatural. Kejadian ini memperlihatkan batas pengetahuan Alexander, bahkan di dalam laboratoriumnya sendiri.

Riwayat Catriona melampaui Fyke Isle. Dalam novel The Lady of the Lake, seekor kutu dari tempat yang dilanda penyakit tanpa sengaja terbawa bersama Ciri ketika ia berpindah antardunia. Kutu itu kemudian berpindah ke seekor tikus yang naik ke kapal Catriona, nama yang kelak dipakai untuk menyebut wabah tersebut. Novel itu juga menuturkan bahwa Rusty dan Iola the Second, dua tenaga medis di Brenna, kemudian meninggal akibat wabah di Maribor. Penyakit mengancam pula orang-orang yang berusaha merawat korbannya.

Dalam game pertama, The Witcher, Shani melanjutkan perawatan penderita wabah di rumah sakit Vizima. Ia menjelaskan bahwa penawar belum ditemukan, tetapi Rusty telah mengetahui bahwa ekstrak tumbuhan dapat memperlambat perkembangan penyakit. Shani menyebut celandine sebagai yang paling berguna dan meminta Geralt mengumpulkannya untuk pasien. Perawatan masih berguna meskipun belum menjanjikan kesembuhan. Alexander meneliti penyakit yang sudah dikenal sebelum tragedi Fyke Isle. Praktik Shani memberi pembanding bagi caranya memperlakukan manusia.

Alexander bahkan mengutip karya Marti Södergren tentang pengaruh sikap pasien dalam menghadapi penyakit. Dalam The Lady of the Lake, Marti bekerja bersama Rusty, Shani, dan Iola the Second di rumah sakit lapangan Brenna, menggunakan kemampuan magisnya untuk membantu penanganan korban pertempuran. Karya tentang sikap pasien yang dirujuk Alexander merupakan tambahan lore dari game, bukan penelitian yang dijelaskan secara eksplisit dalam novel. Di laboratorium Fyke Isle, Alexander mengutip pentingnya keadaan pasien, tetapi menilai ketakutan subjek terutama sebagai hambatan bagi eksperimen.

Kematian Anabelle dan Batas Kesaksian

Catatan Alexander, ingatan roh, dan kesaksian Anabelle memberi keterangan yang berbeda tentang kehancuran menara. Log menjelaskan pekerjaan Alexander dari sudut pandangnya sendiri, sedangkan roh menyampaikan pengalaman yang melekat pada kematian mereka. Anabelle menceritakan apa yang ia alami sekaligus bagaimana ia memahami tindakan Graham.

Magic lamp yang digunakan untuk menghubungi roh membantu membuka lapisan itu. Namun, Sage's Notes menjelaskan kemampuan lampu sebagai akses terhadap kumpulan terbatas dari ingatan terakhir suatu makhluk. Lampu memberi petunjuk yang sebelumnya tidak dapat dilihat, tanpa menyediakan seluruh riwayat menara. Penjelasan tentang Fyke Isle tetap memerlukan perbandingan antarketerangan.

Menurut kisah Anabelle yang dicatat dalam journal karakter, ia takut mengalami kekerasan seksual ketika warga menyerbu. Ia meminum potion yang membuat tubuhnya menyerupai mayat. Setelah kembali sadar, ia masih tidak dapat bergerak, terbaring di antara jenazah keluarga dan pelayan. Tikus yang memakan tubuh-tubuh di dekatnya kemudian mulai memakan dirinya. Ketidakberdayaan yang semula membantunya luput dari serangan justru membuatnya tidak dapat melarikan diri.

Roh Anabelle berbicara di dalam laboratorium menara Fyke Isle.
Kesaksian Anabelle menjadi salah satu sumber untuk menelusuri kematian penghuni menara.

Keterangan ini mengubah makna tikus dalam kisah awal pulau. Mereka membunuh seorang perempuan yang luput dari penyerbuan tetapi tidak mampu melindungi diri. Menyebutnya hukuman atas keserakahan Vserad akan menyatukan tanggung jawab penguasa dengan penderitaan putrinya. Kisah tentang hukuman ilahi tidak cukup untuk menerangkan apa yang dialami Anabelle.

Hubungannya dengan Graham, nelayan dari Oreton, menyisakan perbedaan lain. Anabelle merasa ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Journal Graham menyatakan bahwa ia berusaha melindungi Anabelle dan pergi setelah mengira perempuan itu telah mati. Peran persis Graham dalam penyerbuan tetap tidak sepenuhnya jelas. Namun, kepergiannya tidak dapat langsung disamakan dengan keputusan sadar untuk membiarkan Anabelle dimakan tikus.

Perasaan ditinggalkan tetap nyata bagi Anabelle, sekalipun penjelasan Graham berbeda. Tragedinya terbentuk dari ketidakberdayaan dan kesenjangan pengetahuan: seorang perempuan tidak dapat memberi tanda bahwa ia masih hidup, sementara orang yang meninggalkannya mengira kematiannya sudah terjadi. Sesudah menjadi roh, ia masih membawa hubungan yang belum terselesaikan itu. Mengetahui penderitaannya membantu menjelaskan keterikatannya, tetapi belum memastikan bahwa permintaannya aman untuk dipenuhi.

Game sebelumnya memberi pembanding bagi hubungan antara kekerasan dan tempat berhantu. Dalam In the Claws of Madness di The Witcher 2: Assassins of Kings, bekas tempat perawatan dekat Flotsam menyimpan jejak penyalahgunaan pasien dan pembunuhan pada masa perang. Kesaksian Gridley menghubungkan riwayat itu dengan tentara yang memburu harta serta seorang tawanan Nilfgaard. Roh di reruntuhannya membuat kejahatan lama tetap menjadi persoalan bagi orang yang kembali ke sana.

Kedua tempat memperlihatkan bagaimana kekerasan terhadap orang yang ditampung di dalam bangunan meninggalkan gangguan bagi kehidupan sesudahnya. Namun, riwayat khusus Anabelle tetap menentukan cara kutukan Fyke Isle dapat diakhiri. Perbandingan dengan rumah sakit dekat Flotsam membantu membaca jejak kekerasan, tanpa menyamakan sebab atau penyelesaian kedua kasus.

Mengangkat Kutukan atau Melepaskan Pembawanya

Penderitaan Anabelle tidak menghilangkan bahaya yang dibawanya sebagai Pesta (plague maiden), roh yang dikaitkan dengan wabah. Bestiary The Witcher 3 menggambarkan roh berwujud perempuan sakit yang diikuti tikus. Teks itu mengakui bahwa hubungan umumnya dengan wabah belum diketahui sepenuhnya: apakah roh tersebut membawa penyakit atau tertarik ke wilayah yang sedang dilanda penyakit. Dugaan tentang pembentukannya juga belum menjadi penjelasan yang pasti.

Ketidakpastian mengenai jenis roh ini harus dibedakan dari akibat yang diperlihatkan dalam kasus Anabelle. Bila tulangnya dipindahkan kepada Graham, harapan untuk menenangkan roh melalui pemakaman berakhir dengan kematian nelayan itu. Anabelle terbebas dari ikatannya dengan pulau dan keluar untuk menyebarkan penyakit. Journal karakter bahkan menyebut bahwa insiden ini mungkin menyebabkan wabah Catriona yang kemudian menghantam Kerack. Hubungan itu tetap berupa kemungkinan, tetapi keluarnya Anabelle sudah memperlihatkan bagaimana masalah yang terikat pada satu tempat dapat mengancam orang-orang di luarnya.

Hasil lain terjadi ketika Graham datang ke menara. Ia menemui Anabelle dan mencium rohnya untuk membuktikan cintanya. Kutukan berakhir dan roh Anabelle mendapat ketenangan, tetapi Graham meninggal. Dua hasil ini merupakan alternatif, bukan rangkaian kejadian dalam satu perjalanan.

Graham meninggal dalam kedua hasil, tetapi nasib Anabelle berbeda: terbebas untuk menyebarkan penyakit atau memperoleh ketenangan. Keterangan bahwa kutukan Fyke Isle telah terangkat perlu dibaca bersama nasib pembawanya. Hilangnya gangguan dari suatu lokasi dapat berarti bahaya telah berakhir atau telah berpindah.

Bagi warga sekitar, pulau berhantu juga menimbulkan masalah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Journal mencatat ketakutan nelayan untuk berlayar di danau, yang memperburuk keadaan ekonomi setempat. Akibat tragedi menara menjangkau orang-orang yang tidak terlibat dalam eksperimen atau penyerbuan. Mereka harus menjalani hidup di sekitar perairan yang dibayangi kematian penghuninya.

Namun, menara tidak merangkum seluruh fungsi Fyke Isle. Di lingkaran batu pulau, pellar, ahli ritual setempat, dan warga mengadakan Forefathers' Eve untuk memanggil roh yang tersesat serta menilai perbuatan mereka. Para witch hunters menganggap praktik itu sebagai necromancy dan berusaha menghentikannya. Bagi peserta ritual, hubungan dengan orang mati adalah kegiatan komunal yang mempunyai tempat tersendiri.

Susunan batu membentuk lingkaran di area terbuka Fyke Isle.
Lingkaran batu Fyke Isle menjadi tempat penyelenggaraan Forefathers' Eve.

Ritual tersebut tidak membuktikan bahwa seluruh pulau telah aman. Namun, praktik warga di lingkaran batu memperlihatkan bahwa Fyke Isle tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitar danau. Menara dan kutukannya hanyalah satu lapisan dari hubungan mereka dengan tempat ini.

Siapa yang Membawa Pengetahuan Keluar dari Menara

Sesudah persoalan roh ditangani, laboratorium masih menyimpan sesuatu yang dicari orang hidup. Dalam For the Advancement of Learning, Keira Metz mengambil hasil penelitian Alexander. Sorceress itu meyakini catatan tersebut dapat membantu menemukan penawar Catriona. Ia juga berharap prospek penawar akan membuat Radovid menerima dirinya kembali di lingkungan istana.

Keira berharap nilai riset dapat ditukar dengan keselamatan dan kedudukan. Journal For the Advancement of Learning menekankan prospek penawar, sedangkan journal A Final Kindness, yang mencatat akibat jalur menuju Radovid, menyebut peluang menjadikan wabah senjata sebagai tawarannya. Isi tawaran itu digambarkan berbeda dalam kedua entri. Keduanya memperlihatkan fungsi politik riset, tetapi perbedaan tersebut tidak cukup untuk memastikan bahwa Keira sejak awal berniat mengembangkan senjata.

Gulungan catatan penelitian terselip di pakaian Keira Metz.
Keira mengambil riset Alexander dengan harapan menukar prospek penawar Catriona dengan perlindungan Radovid.

Catatan Alexander memang memuat dua arah penggunaan. Dalam Alexander's Notes, ia menghubungkan kekebalan orang yang selamat dari penyakit dengan kemungkinan mengembangkan vaksin. Pada saat yang sama, ia memikirkan cara memperpanjang keaktifan bakteri agar dapat dipakai untuk sabotase di belakang garis musuh. Ia mengakui belum memiliki waktu dan sarana untuk melanjutkan kedua arah tersebut.

Catatan itu tidak menyediakan vaksin jadi atau senjata yang sudah selesai dikembangkan. Keira melihat peluang penawar dalam riset yang juga memuat usulan penggunaan penyakit untuk mencelakai. Karena itu, riset tersebut perlu dinilai melalui dua persoalan: cara Alexander memperlakukan subjek dan cara penerimanya menggunakan hasil penelitian.

Mengakui peluang medis tidak mengubah tahanan menjadi sukarelawan. Penggunaan yang bermanfaat di kemudian hari tidak dapat memberikan persetujuan atas nama orang yang telah dipaksa menjadi subjek. Sebaliknya, mengetahui kekejaman eksperimen tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa setiap temuan harus kehilangan manfaatnya. Dilema riset Alexander muncul karena persoalan perlakuan terhadap manusia dan kemungkinan penggunaan pengetahuan tidak selesai oleh satu keputusan yang sama.

Game memberi beberapa kemungkinan atas nasib peninggalan tersebut. Keira dapat meninggalkan rencana menuju Radovid dan mencari perlindungan di Kaer Morhen. Pada jalur ini, Geralt juga dapat meminta catatan Alexander darinya. Jika Keira tetap mendatangi Radovid, harapannya berakhir dengan hukuman mati, sebagaimana dicatat dalam A Final Kindness. Ia juga dapat tewas dalam konflik dengan Geralt di Fyke Isle, sesudahnya catatan diambil dan dibakar. Nasib penelitiannya bergantung pada keputusan orang-orang yang memperoleh akses setelah Alexander meninggal.

Jika Keira pergi ke Kaer Morhen dan selamat, ia kemudian meninggalkan benteng bersama Lambert. Narasi epilognya menyatakan bahwa bertahun-tahun kemudian Keira dikenal karena menemukan penawar Catriona. Game tidak merinci proses penemuan obat itu. Keberhasilan tersebut memberi hasil nyata bagi pencarian yang masih berupa harapan ketika Keira mengambil catatan Alexander.

Ketika Anabelle memperoleh ketenangan, penderitaannya mendapat akhir. Pada jalur yang membawa Keira ke Kaer Morhen, pencarian penawar juga menghasilkan sesuatu yang dapat menolong orang hidup. Kedua keberhasilan itu menangani akibat yang berbeda, tanpa menghapus perlakuan Alexander terhadap subjeknya. Fyke Isle kehilangan para penghuni menaranya, tetapi keputusan atas roh dan peninggalan mereka masih dapat memengaruhi orang yang tidak pernah menginjakkan kaki di pulau itu.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama