Langsung ke konten

Pertempuran Brenna: Mengapa Kemenangan Utara Mengubah Arah Perang

Di Verden, kekerasan pasukan Nilfgaard terhadap penduduk justru memperbesar pemberontakan. Restif de Montholon menulis tentang akibat itu dalam sebuah buku yang dapat dibaca di The Witcher 3: Wild Hunt: kelompok pasukan Joachim de Wett tersita di sana ketika operasi Menno Coehoorn memerlukan dukungannya. Brenna belum dimulai, tetapi rencana kekaisaran sudah menghadapi tekanan dari beberapa arah.

Di Brenna, pasukan gabungan Utara kemudian menghentikan ofensif besar yang dipimpin Marsekal Menno Coehoorn. Kemenangan itu mengubah arah Second Northern War karena barisan Utara bertahan pada saat kelompok operasi Nilfgaard di tempat lain juga terhambat. Hasil di medan masih harus dikembangkan menjadi gerak militer di front lain dan akhirnya perundingan damai.

Diagram skematis yang menghubungkan Cidaris, Verden, Mayena dan Maribor, Brenna, serta Sungai Yaruga dalam rangkaian tekanan operasi menjelang dan sesudah Pertempuran Brenna.
Brenna berada dalam jaringan operasi yang lebih luas. Tekanan di Verden dan sekitar Mayena–Maribor membatasi gerak Nilfgaard sebelum kekalahan pasukan Coehoorn membuka jalan bagi dorongan Utara ke arah Yaruga. Diagram ini skematis, bukan peta rute atau jarak.

Sebelum Brenna, Rencana Nilfgaard Sudah Tertekan

Grup Tentara Tengah (Army Group Center) di bawah Coehoorn dan kelompok Verden di bawah de Wett merupakan dua unsur ofensif Nilfgaard dalam Second Northern War. Kelompok Verden semestinya mengikat sayap Utara agar Coehoorn dapat bergerak sesuai rencana.

Dalam The Wars of the North: Myths, Lies and Half-Truths, Restif de Montholon menyoroti kegagalan de Wett. Menurutnya, kekerasan kelompok Verden terhadap penduduk memperbesar pemberontakan. Serangan dari arah Cidaris dan gangguan pasukan Skellige menambah tekanan. Kelompok de Wett pun tidak mampu mengikat sayap pasukan Utara sesuai rencana; alih-alih membantu Coehoorn, pasukannya tertahan dalam pertempuran lain.

Panel buku berjudul The Wars of the North: Myths, Lies and Half-Truths, menampilkan paragraf tentang Joachim de Wett dan kelompok Verden.
Potongan teks buku karya Restif de Montholon dalam The Witcher 3 membahas kegagalan kelompok Joachim de Wett di Verden. Penilaian Restif terhadap de Wett perlu dibaca sebagai sudut pandang penulisnya.

Menurut Restif, Utara memanfaatkan hambatan di Verden untuk menerobos pasukan yang mengepung Mayena dan Maribor serta menggagalkan perebutan cepat kedua benteng itu. Restif sangat menyalahkan de Wett, sehingga penilaiannya tidak boleh diperlakukan sebagai laporan netral tentang seluruh perang. Namun ada hubungan operasi yang jelas dalam ceritanya: ketika kelompok Verden tidak menjalankan tugasnya, tekanan yang seharusnya ditanggung sayap Utara tidak muncul sebagaimana direncanakan Nilfgaard.

Restif juga mencatat perubahan politik di Verden. Raja Ervyll, yang setia kepada Nilfgaard, terbunuh; putranya, Kistrin, berpihak kepada Utara. Dalam penuturan Restif, kekerasan terhadap penduduk mengubah wilayah yang semula mendukung kekaisaran menjadi sumber perlawanan. Teks Restif tidak mengungkap semua motif para pelakunya, tetapi menjelaskan persoalan baru yang dihadapi pasukan de Wett.

Hambatan di Verden memperburuk keadaan Coehoorn; hambatan itu sendiri belum menjelaskan kekalahan di Brenna. Pasukan Utara masih harus menahan serangan yang hampir memecah barisannya.

Di Medan, Serangan Coehoorn Kehilangan Momentum

Dalam The Witcher 2: Assassins of Kings, Yarpen Zigrin mengingat Redania di sayap kiri di bawah de Ruyter, resimen Temeria di tengah, dan sukarelawan Mahakam di kanan. Dialog lain dalam game menguji susunan itu dan membenarkan posisi Redania serta Temeria. Keterangan Yarpen memberi orientasi tiga bagian barisan, bukan daftar lengkap seluruh unit di medan.

Diagram skematis barisan Utara di Brenna: Redania di sayap kiri, Temeria di tengah, dan sukarelawan Mahakam di sayap kanan.
Susunan tiga bagian barisan Utara menurut ingatan Yarpen Zigrin dalam The Witcher 2. Diagram ini membantu membaca peran koalisi di Brenna, tanpa mengklaim memetakan seluruh unit atau pergerakan pertempuran.

Novel The Lady of the Lake memperlihatkan tekanan pada susunan tersebut. Coehoorn membagi Grup Tentara Tengah untuk menghadang pasukan Utara yang bergerak menuju Mayena. Sebelum menyerang, ia meminta pengintai memeriksa bukit di utara. Patroli Lamarr Flaut kembali tanpa meneliti sisi bukit berikutnya, sehingga cadangan Utara di bawah Blenckert luput dari pengamatan Nilfgaard. Kelalaian itu baru terasa akibatnya ketika cadangan tersebut memasuki pertempuran.

Di Brenna, kavaleri Divisi Alba menerobos jauh ke dalam formasi infanteri Temeria, tetapi tidak berhasil menghancurkannya. Di bagian lain, sukarelawan Mahakam dan Free Company bertahan meski menanggung korban berat. Mereka memberi waktu kepada komando Utara, sementara hasil pertempuran masih terbuka.

Coehoorn kemudian mengirim Brigade Vrihedd yang terdiri dari elf ke pertemuan barisan Temeria dan Redania. Serangan itu menembus garis Utara. Utusan dari sayap de Ruyter membawa kabar buruk kepada Foltest dan konetabel Jan Natalis. Foltest meminta infanteri Bronibor dikerahkan, sedangkan Natalis menunggu pasukan cadangan Blenckert. Jika celah tersebut terus melebar, dua bagian koalisi dapat terpisah.

Coehoorn masih mengerahkan Brigade Nauzicaa dan Brigade Daerlan Ketujuh ke titik terobosan. Infanteri Bronibor menghadang serangan itu dengan korban besar. Kedatangan cadangan Redania di bawah Blenckert, bersama perlawanan Mahakam dan tentara bayaran yang belum padam, mengubah keseimbangan medan. Terobosan Vrihedd sempat membawa Utara ke tepi kekalahan, tetapi pasukan Coehoorn tidak dapat menyelesaikannya sebelum bagian-bagian barisan lawan kembali saling menopang.

Buku Recent History dalam The Witcher pertama mengenang manuver sayap Coehoorn yang tertahan oleh infanteri Vizima pimpinan Bronibor. Dalam kisah itu, dua sisi pasukan Nilfgaard kemudian goyah dan perlawanan kurcaci serta tentara bayaran mematahkan daya serang mereka. Buku tersebut tidak menyebut Brenna secara eksplisit; nama-nama dan kejadian yang diceritakan sangat kuat menunjuk ke pertempuran itu. Penulis anonimnya memakai bahasa kepahlawanan, sehingga uraian tentang Bronibor perlu dibaca juga sebagai cara kemenangan dikenang.

Recent History menggambarkan Coehoorn menolak kuda yang disiapkan untuk melarikan diri. Yarpen dalam The Witcher 2 pun mengingatnya sebagai orang yang lebih memilih mati daripada lari. Novel The Lady of the Lake memperlihatkan hal berbeda: Coehoorn mencoba lolos dari medan dan tewas ditembak oleh kelompok Zoltan Chivay. Dalam kroniknya yang ditulis kemudian, Jarre justru mencatat bahwa nasib persis sang marsekal tidak lagi diketahui dan beberapa cerita telah beredar. Geralt dalam The Witcher 2 menegaskan kepada seorang hantu bahwa Coehoorn tewas di Brenna, tanpa menjelaskan caranya. Pembaca novel mengetahui sebuah kejadian yang sudah berubah menjadi kisah-kisah berbeda bagi orang di dalam dunia cerita.

Entri tentang Adam "Adieu" Pangratt dalam The Witcher 2 menempatkan Free Company di Brenna dan menghubungkan kemenangan itu dengan terdesaknya pasukan Nilfgaard ke selatan Yaruga. Entri yang sama menyebut Raja Esterad Thyssen dari Kovir membebaskan tahanan politik dan narapidana untuk membantu Utara secara tidak resmi; Pangratt berasal dari kelompok itu dan memimpin Free Company. Bersama sukarelawan Mahakam dalam ingatan Yarpen, kisah Pangratt menunjukkan bahwa koalisi tersebut bergantung pula pada orang-orang di luar tentara kerajaan.

Dari Barisan Jarre ke Rumah Sakit Lapangan

Jarre pernah berada dalam barisan infanteri Utara di Brenna. Ia terluka dan kehilangan satu tangan, lalu kelak menyusun kronik tentang pertempuran yang dialaminya. Sebagai prajurit, ia hanya dapat melihat sebagian medan; sebagai penulis sejarah, ia berusaha merangkai bagian-bagian yang lebih luas. Perbedaan kedua posisi itu terasa ketika kroniknya tidak dapat memastikan bagaimana Coehoorn mati.

Novel The Lady of the Lake juga mengikuti pekerjaan di rumah sakit lapangan. Ahli bedah halfling Milo "Rusty" Vanderbeck merawat korban bersama Shani, Iola the Second, dan Marti Södergren. Rincian pekerjaan mereka berasal dari novel Sapkowski; game pertama hanya menghubungkan kembali Shani, Rusty, dan Brenna melalui ingatan Shani.

Di tengah kedatangan korban yang tidak berhenti, pekerjaan para tenaga medis berubah menjadi keputusan tentang siapa yang masih dapat ditolong lebih dahulu. Shani menghalau orang-orang yang membawa seorang perwira yang sudah meninggal dan meminta mereka memberi jalan bagi prajurit yang masih bernapas. Rusty melihat ketegasannya, tetapi juga menegurnya ketika cara bicara Shani mulai terdengar sinis. Tidak ada waktu untuk berkabung panjang di pintu tenda, sekalipun orang yang baru dibawa masuk mempunyai pangkat tinggi.

Dalam The Witcher pertama, Shani mengenang bekerja bersama Rusty di Brenna dan mengatakan bahwa witcher Coën meninggal di meja operasinya. Ia juga bercerita bahwa pembantaian itu masih muncul dalam mimpinya. Ingatan seorang tenaga medis itu memperlihatkan apa yang tersisa dari pertempuran sesudah nama para komandan dan hasilnya masuk ke buku sejarah.

Penanggalan kedua sumber itu tidak sepenuhnya selaras. Dalam kronologi novel, Brenna terjadi pada Maret 1268, sebelum Peace of Cintra pada 2 April. Pembukaan The Witcher pertama menyebut tahun 1270, tetapi penjaga kebun yang mengenang Brenna mengatakan pertempuran itu berlangsung lima tahun sebelumnya. Hitungan game tersebut mengarah ke sekitar 1265. Untuk urutan perang, artikel ini mengikuti penanggalan novel dan tidak menyatukan dua tanggal yang bertentangan.

Bertahun-tahun setelah Brenna, Shani kembali tampil sebagai tenaga medis dalam Hearts of Stone. Di selokan Oxenfurt, Geralt menemukannya sedang berusaha menyelamatkan seorang prajurit yang menyertainya.

Shani berlutut di samping seorang prajurit yang tergeletak di selokan Oxenfurt, sementara Geralt berdiri di belakangnya.
Shani berusaha menyelamatkan seorang prajurit dalam Hearts of Stone. Adegan di Oxenfurt ini terjadi bertahun-tahun setelah Brenna; pengalaman Shani di rumah sakit lapangan Brenna berasal dari novel dan kisahnya dalam game pertama.

Novel memperlihatkan para petugas bekerja tanpa mengetahui hasil pertempuran, sementara game pertama memperlihatkan ingatan Shani setelah perang. Kedua sumber itu memberi bobot berbeda pada kata "kemenangan": pasukan yang menahan Coehoorn membayar keberhasilan tersebut dengan tubuh mereka, dan sebagian korban tiba di hadapan Rusty serta rekan-rekannya.

Di medan, komandan perlu mengetahui apakah pusat bertahan, sayap lawan melemah, dan cadangan masih dapat bergerak. Di tenda Rusty, pertanyaannya ialah siapa yang masih bernapas ketika tiba dan dapat diselamatkan. Keduanya menentukan bagaimana Brenna dipahami, meski hanya yang pertama lazim masuk ke ringkasan militer.

Mengapa Kekalahan di Brenna Mengubah Perang

Entri Pangratt dalam The Witcher 2 merangkum hasil Brenna sebagai terpatahkannya ofensif Nilfgaard dan terdorongnya pasukan kekaisaran ke selatan Yaruga. Itu hasil strategis, bukan berarti setiap kelompok Nilfgaard mundur serentak melalui jalur yang sama. Wilayah lain masih harus direbut kembali.

Kronik Jarre menunjukkan akibat di front lain. Setelah mendengar Coehoorn kalah dan Foltest bersama Natalis bergerak ke arahnya, de Wett menarik pasukannya dari Verden menuju Cintra. Di timur, kabar Brenna turut mendorong Demavend dan Henselt yang sebelumnya berseteru untuk bergabung melawan Grup Tentara Timur pimpinan Ardal aep Dahy. Menurut Jarre, bantuan Redania dan gerilya Meve ikut memungkinkan mereka menekan pasukan Nilfgaard hingga Aldersberg. Kemenangan di Brenna membuka peluang itu; pertempuran di front lain tetap menentukan bagaimana peluang tersebut digunakan.

Peace of Cintra pada 2 April 1268 mengakhiri Second Northern War setelah operasi lanjutan dan perundingan. Brenna telah membuktikan bahwa pasukan gabungan Utara sanggup mengalahkan kekuatan besar di bawah Coehoorn. Perang tidak berhenti pada hari yang sama, dan kelompok Nilfgaard di front lain tidak lenyap bersamaan dengan kekalahan marsekal itu.

Yang berubah di Brenna adalah kemampuan kedua pihak untuk meneruskan perang menurut rencana semula. Utara mempertahankan barisannya pada titik ketika terobosan Nilfgaard hampir berhasil, lalu menggunakan kemenangan itu di luar medan Brenna. Dalam ingatan Shani, hari yang membuka jalan menuju perdamaian tersebut juga tetap menjadi hari ketika orang-orang yang terluka terus berdatangan ke tenda Rusty.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama