Langsung ke konten

Geralt of Rivia: Identitas yang Ia Bentuk Sendiri

Geralt berambut putih dengan bekas luka wajah, medali serigala, dan perlengkapan witcher.
Geralt of Rivia dengan ciri dan perlengkapan yang membuatnya mudah dikenali.

Geralt sudah memakai nama "of Rivia" sebelum Ratu Meve memberinya predikat itu. Dalam novel Baptism of Fire, ia mengakui bahwa tambahan tersebut dipilih agar namanya lebih meyakinkan bagi klien. Pengakuan resmi datang kemudian. Nama yang tampak menunjukkan asal-usul ternyata juga menyimpan usaha seorang witcher menentukan bagaimana ia ingin dikenal.

Pada masa The Witcher 3: Wild Hunt, Geralt membawa lebih banyak hal daripada nama dan dua pedang. Ada pendidikan yang mengubah tubuhnya, reputasi yang mendahuluinya, ingatan yang pernah hilang, serta orang-orang yang memiliki tempat dalam hidupnya. Ciri berada dalam bahaya, dan pencarian anak angkatnya menuntut kemampuan seorang pemburu sekaligus komitmen seorang ayah.

Identitas Geralt dapat dipahami melalui prinsip dan tanggung jawab yang ia pilih untuk dijalankan. Pendidikan dan hubungan dengan orang lain ikut membentuk pilihan tersebut. Dalam game, ia masih dapat mengambil keputusan yang memperkuat ikatan maupun melukainya. Komitmen yang diakui tidak selalu dijalankan dengan konsisten.

Nama yang Dipilih dan Reputasi yang Diberikan

Ketika Regis menganggap orang Rivia sebagai saudara sebangsanya dalam Baptism of Fire, Geralt meluruskan anggapan tersebut. "Of Rivia" adalah nama yang ia gunakan sendiri, dipilih melalui undian nama atas saran Vesemir. Geralt menerima nama itu karena menganggapnya dapat menumbuhkan kepercayaan. Nasihat gurunya ikut membentuk cara ia memperkenalkan diri.

Dalam cerpen Something More, yang dimuat dalam Sword of Destiny, Geralt juga mengaku belajar meniru aksen Rivia. Ia menghubungkan usaha itu dengan kebutuhan untuk merasa berasal dari suatu tempat, sekalipun tempat asal tersebut ia ciptakan sendiri.

Nama tersebut memberinya cara tampil di hadapan klien. Ada kepentingan praktis di dalamnya, tetapi pilihan itu juga menunjukkan kesadarannya bahwa kemampuan tidak selalu cukup untuk memperoleh kepercayaan. Ketika Meve kemudian memberikan predikat Rivia kepadanya setelah pertempuran di jembatan, nama yang dipilihnya memperoleh pengakuan dari luar. Pengakuan tersebut tidak memberi keterangan tentang tempat kelahirannya.

Penilaian publik juga dapat berjalan ke arah yang tidak ia kehendaki. Sebutan "Butcher of Blaviken" melekat pada kekerasan dalam cerpen The Lesser Evil, yang dimuat dalam kumpulan The Last Wish. Geralt terseret dalam perselisihan Renfri dengan sorcerer Stregobor. Sebuah julukan dapat membawa ingatan tentang pembunuhan tanpa menyertakan seluruh ancaman, informasi, dan pertimbangan yang mendahuluinya. Namun ketidaklengkapan reputasi juga tidak cukup untuk menyatakan bahwa setiap keputusan Geralt pasti benar.

Cerpen itu sendiri menyisakan persoalan tentang apa yang sebenarnya dapat dicegah. Renfri mengatakan bahwa Stregobor tidak akan keluar meskipun orang-orang di kota dibantai. Itu adalah kesaksiannya, bukan kepastian tentang apa yang akan terjadi seandainya Geralt memilih tindakan lain. Blaviken memperlihatkan beban mengambil keputusan dengan pengetahuan terbatas, lalu hidup dengan nama yang diberikan orang lain sesudahnya.

Jurnal karakter The Witcher 3 juga mengenalkannya dengan sebutan White Wolf, atau Gwynbleidd dalam Elder Speech. Sebutan-sebutan itu membuat Geralt mudah dikenali. Prinsip yang ia pegang masih harus dipahami melalui perkataan dan tindakannya.

Kemampuan Witcher dan Prinsip Pribadi

Latihan sejak kecil dan mutasi membuat Geralt mampu menjalani pekerjaan yang tidak dapat dilakukan kebanyakan orang. Tubuhnya pun menyimpan riwayat proses itu. Dalam The Voice of Reason, rangkaian cerita yang mengapit kisah-kisah dalam The Last Wish, ia menjelaskan bahwa toleransinya terhadap mutasi membuatnya dipilih untuk eksperimen tambahan. Rambut putihnya merupakan akibat proses tersebut. Ia mengaku sebagai satu-satunya penyintas dari kelompok yang menjalani percobaan tambahan itu, bukan satu-satunya anak yang pernah selamat menjadi witcher.

Pengalaman tersebut menerangkan kemampuan dan penampilannya. Ia tetap harus menilai untuk apa kemampuan itu digunakan. Dalam wawancara dengan Sugarpulp, Andrzej Sapkowski menjelaskan bahwa kode moral yang dijadikan alasan oleh Geralt adalah kode ciptaannya sendiri. Geralt dapat menyebut larangan kode ketika menolak pekerjaan yang dianggapnya salah, seperti membunuh naga. Penjelasan penulis tentang Geralt dalam karya buku ini memperlihatkan cara ia mempertahankan penilaian pribadi dengan bahasa profesinya.

Profesi witcher memberinya keahlian untuk mengenali ancaman dan menangani monster. Keahlian itu tidak otomatis menentukan siapa yang harus dibela atau kapan kekerasan dapat diterima. Jika ia menyandarkan penolakan pada kode, penilaian yang mendasarinya tetap perlu diperiksa. Menyebut sebuah aturan tidak menghapus tanggung jawab atas keputusan.

Kepedulian Geralt juga sudah hadir dalam gambaran masa mudanya di buku. Bab pertama Crossroads of Ravens menempatkannya dalam tahanan setelah ia membunuh seorang desertir ketika menyelamatkan petani dan anak perempuan petani itu. Kesaksian orang yang ditolong mendukung pembelaannya, tetapi pihak berwenang tetap memperlakukannya sebagai pembunuh. Konteks buku ini memperlihatkan bahwa keinginan membantu dapat berhadapan dengan risiko yang tidak selesai melalui kemampuan bertarung.

Hubungan dengan Ciri dan Yennefer tidak perlu dipahami sebagai sesuatu yang baru memberinya kemampuan untuk peduli. Keduanya memberi bentuk khusus pada kepedulian yang sudah dapat ditunjukkan Geralt. Menghadapi seseorang sebagai anak atau pasangan menuntut lebih banyak daripada berhasil mengalahkan ancaman yang datang kepadanya.

Netralitas ketika Teman Terancam

Konflik antara netralitas dan kepedulian sudah hadir dalam buku. Pada akhir The Lady of the Lake, pogrom terhadap nonhuman pecah di Rivia. Geralt ikut bertarung melindungi mereka, termasuk sahabat-sahabat dwarf-nya, dan tertusuk garpu rumput hingga berada di ambang kematian. Dalam peristiwa ini, prinsip netralitas tidak mencegahnya membela orang yang diserang di hadapannya.

Dalam kontinuitas game, quest opsional Reason of State kembali menghadapkan Geralt pada konflik tersebut. Ia dapat terlibat dalam rencana pembunuhan Radovid. Sesudah Radovid terbunuh, Dijkstra hendak membunuh Roche, Ves, dan Thaler. Jurnal membedakan dua hasil secara eksplisit. Geralt dapat pergi demi netralitas, atau bertahan karena tidak mau membiarkan teman-temannya dibantai. Jika ia pergi, mereka terbunuh. Jika ia membela mereka, Dijkstra tewas di tangannya.

Dijkstra berbicara di dalam teater Madame Irina di Novigrad.
Ancaman Dijkstra terhadap Roche dan rekan-rekannya menghadapkan Geralt pada pilihan antara tidak ikut campur dan melindungi teman.

Kedua hasil itu menempatkan netralitas pada persoalan konkret. Menolak terlibat tidak menghentikan kekerasan terhadap teman yang berada di depannya. Sebaliknya, membela mereka membuat Geralt melakukan intervensi yang mempunyai konsekuensi politik. Ia tidak dapat mempertahankan seluruh jarak dari perebutan kekuasaan sambil memastikan bahwa orang-orang dekatnya selalu terlindungi.

Ada pula cabang ketika Geralt mundur dari rencana pembunuhan sebelum Radovid terbunuh. Pada cabang inilah Dandelion mengaku tidak mengetahui motif Geralt saat ikut maupun menarik diri dari konspirasi. Ketidaktahuan itu membatasi pembacaan keputusan awalnya. Untuk pilihan sesudah pembunuhan, jurnal justru menyebut netralitas sebagai alasan pergi dan penolakan membiarkan teman dibantai sebagai alasan bertahan. Kedua tahap keputusan tersebut perlu dibaca terpisah.

Game menyediakan kedua hasil itu, sehingga kebiasaan membantu sahabat tidak dapat dijadikan jaminan tindakannya dalam setiap keadaan. Peristiwa Rivia memberi konteks bagi konflik Geralt dengan netralitas, tetapi tidak menetapkan salah satu pilihan pemain sebagai satu-satunya hasil yang sah.

Ingatan dan Orang-Orang yang Tetap Terhubung

Dalam game-game CDPR, Geralt pernah kehilangan ingatan. Orang-orang yang mengenalnya masih membawa sejarah hubungan yang belum dapat ia ingat sepenuhnya. Keadaan ini membuat pertemuan kembali mempunyai beban berbeda. Seseorang dapat terasa baru bagi Geralt meskipun sudah memiliki pengalaman panjang bersamanya.

Menjelang akhir The Witcher 2: Assassins of Kings, percakapannya dengan Letho disertai ingatan tentang pertemuan dengan Wild Hunt. Geralt mengingat bahwa ia menyerahkan dirinya sebagai ganti pembebasan Yennefer. Ingatan itu mengembalikan pengetahuan tentang pengorbanan yang pernah dilakukannya. Keadaan mereka setelah terpisah tetap harus ia cari tahu, antara lain melalui keterangan Letho.

Jurnal Yennefer dalam The Witcher 3 menyebut hubungan Geralt dengan Triss selama ketidakhadiran Yen sebagai sesuatu yang membebani pertemuan kembali mereka. Amnesia menjelaskan keadaan Geralt, tetapi alasan itu tidak langsung memperbaiki luka dalam hubungan. Masa lalu yang kembali diingat tetap harus dihadapi bersama orang lain, termasuk pengalaman yang mereka jalani ketika ia tidak hadir.

Dalam catatan karakter Geralt, Dandelion menggambarkan persahabatan yang berlangsung melalui masa sulit maupun menyenangkan. Ia mengenal humor dan kesediaan membantu di balik sikap sahabatnya yang tertutup. Kedekatan itu memberi akses pada sisi Geralt yang tidak selalu terlihat oleh orang asing. Pujian Dandelion tetap perlu dibaca sebagai pandangan seorang sahabat, bukan jaminan bahwa Geralt selalu memperlakukan orang lain dengan baik.

Di Kaer Morhen, hubungan akrab terlihat melalui kebiasaan bersama. Dalam No Place Like Home, Geralt dapat menghabiskan malam bersama Eskel dan Lambert, minum serta berbagi cerita sebelum pekerjaan berikutnya. Mereka dapat bertemu di luar tuntutan pekerjaan, dengan keakraban yang tidak perlu dibangun dari awal setiap kali Geralt datang. Kaer Morhen memberi Geralt tempat untuk kembali sebagai seseorang yang dikenal.

Geralt, Eskel, dan Lambert duduk bersama di meja Kaer Morhen.
Percakapan bersama Eskel dan Lambert memperlihatkan keakraban Geralt di Kaer Morhen.

Mendukung Ciri sebagai Pribadi

Dasar hubungan ayah dan anak mereka sudah dibangun dalam buku. Pada akhir Something More, Geralt bertemu kembali dengan Ciri dan mengakui bahwa Ciri berarti lebih dari sekadar takdir baginya. Pertemuan itu memberi bentuk pada gagasan bahwa takdir saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan. Dalam Blood of Elves, Geralt membawa Ciri ke Kaer Morhen. Para witcher menyadari bahwa kemampuan magis dan keadaan trance Ciri berada di luar pengetahuan mereka, sehingga Geralt meminta bantuan sorceress Triss Merigold. Triss mengenali Ciri sebagai Source dengan bakat magis yang belum terkendali, tetapi mengakui bahwa ia tidak mampu menangani bakat itu dengan memadai. Triss mendesaknya mengatasi keengganan untuk meminta bantuan Yennefer, dan Geralt kemudian menulis kepada Yen agar membantu Ciri. Tanggung jawabnya mencakup kesediaan mengakui bahwa Ciri membutuhkan kemampuan yang tidak ia miliki, meskipun mencari bantuan tersebut berarti menghadapi hubungan pribadi yang belum selesai.

Pencarian Ciri membutuhkan keahlian Geralt dalam melacak dan mempunyai alasan yang sangat pribadi. Jurnal Imperial Audience menyatakan bahwa ia menerima pencarian itu karena ikatan dengan Ciri, bukan karena imbalan yang dijanjikan Emhyr. Ia menggunakan kemampuannya sebagai witcher untuk menemukan anak angkatnya yang sedang diburu Wild Hunt.

Motif itu tidak menjamin setiap keputusan berikutnya selaras dengan kebutuhan Ciri. Jika Ciri dibawa menghadap Emhyr, Geralt dapat menerima atau menolak pembayaran. Jurnal Blood on the Battlefield menggambarkan penerimaan uang sebagai sesuatu yang melukai Ciri. Kepedulian yang menjadi dasar pencarian tidak menghapus kemungkinan tindakan yang membuatnya merasa diperlakukan sebagai bagian dari transaksi.

Sesudah Ciri ditemukan, Geralt juga harus menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan membawanya menjauh dari bahaya. Ciri mempunyai penilaian tentang orang yang ingin ia temui dan tindakan yang dianggapnya perlu. Hubungan mereka berlanjut melalui kemampuan menanggapi kehendak itu.

Dalam Final Preparations, Geralt dapat membiarkan Ciri menemui Philippa dan Margarita dari Lodge of Sorceresses sendiri atau ikut masuk bersamanya. Jika Geralt ikut, ia banyak mengambil alih percakapan dan berbicara untuk Ciri. Jika ia menunggu di luar, Ciri menghadapi kedua sorceress itu lebih mandiri. Game memperhitungkan keputusan ini sebagai salah satu faktor tersembunyi yang berkaitan dengan kepercayaan diri Ciri dan ikut memengaruhi akhir ceritanya: pergi sendiri mendukung kepercayaan dirinya, sedangkan pendampingan Geralt menguranginya. Catatan karakter Ciri tetap menggambarkan bahwa ia menyatakan kehendaknya dan menolak menjadi alat mereka pada kedua cabang. Dukungan Geralt juga menuntut kesediaannya memberi Ciri kesempatan untuk berbicara bagi dirinya sendiri.

Ciri juga ingin menemui Skjall, pemuda yang telah membantunya melarikan diri dari Wild Hunt. Ketika mengetahui ia meninggal, Ciri ingin mendatangi makamnya. Pada cabang ketika Geralt menemaninya dalam Skjall's Grave, mereka mendapati bahwa jenazah Skjall dibuang ke parit. Ciri mengangkat tubuhnya dan, dengan bantuan Geralt, menguburkannya di dekat pemakaman meskipun warga setempat menentang tindakan tersebut.

Ciri dan Geralt berada di dekat makam Skjall di Hindarsfjall.
Geralt mendampingi Ciri memberikan penghormatan kepada Skjall, yang pernah membantunya melarikan diri dari Wild Hunt.

Keinginan memberikan penghormatan itu datang dari Ciri. Geralt meluangkan waktu dan membantu penguburan Skjall. Hubungan mereka memberi ruang bagi hal yang dianggap penting oleh Ciri meskipun tidak langsung membantu perjuangan melawan Wild Hunt. Perhatian sang ayah terlihat melalui kesediaan ikut melakukan sesuatu yang dibutuhkan anaknya.

Dua peristiwa itu memperluas arti tanggung jawab Geralt. Mencari Ciri menuntutnya mengetahui di mana ia berada. Mendukung Ciri menuntut perhatian pada apa yang ia katakan setelah ditemukan. Perhatian tersebut tetap dapat gagal. Kasih sayang memberi alasan untuk terlibat, sementara pilihan konkret menentukan bagaimana keterlibatan itu dirasakan oleh orang yang dibantu.

Hubungan yang Dipilih Kembali dan Kehidupan di Rumah

Yennefer mengajukan pertanyaan lain tentang hubungan mereka dalam quest opsional The Last Wish di The Witcher 3. Dalam kontinuitas game, ia ingin djinn menghapus ikatan magis antara dirinya dan Geralt agar dapat mengetahui apakah perasaan mereka tetap bertahan. Geralt dapat membantunya. Cerpen The Last Wish dalam kumpulan berjudul sama tidak mengungkapkan kata-kata persis permintaan terakhir Geralt. Pengujian ikatan ini merupakan pengembangan game atas hubungan mereka, dan kebutuhan Yen untuk mengetahui dasarnya membuat sejarah bersama harus diuji kembali.

Jika quest diselesaikan, ikatan magis tersebut diputus. Pada satu hasil, Geralt dan Yennefer tetap mengakui cinta mereka. Pada hasil lain, Geralt mengatakan bahwa perasaannya sudah berubah dan mereka berpisah. Cabang-cabang ini tidak mengharuskan kesimpulan bahwa seluruh hubungan sebelumnya palsu. Mereka memperlihatkan perbedaan antara sejarah yang telah terjadi dan kesediaan meneruskan hubungan pada saat sekarang.

Yennefer memiliki kehendak untuk menguji ikatan tersebut, sementara Geralt harus menjawab tentang perasaannya sendiri. Sejarah panjang tidak dapat menggantikan jawaban itu. Hubungan tetap membutuhkan pengakuan kedua pihak, dan kesinambungannya tidak cukup ditentukan oleh hal yang pernah menghubungkan mereka.

Geralt dan Yennefer berbicara di bangkai kapal di pegunungan Skellige.
Geralt dan Yennefer membicarakan perasaan mereka setelah ikatan magis diputus dalam The Last Wish.

Blood and Wine kemudian memberi Geralt kemungkinan kehidupan di Corvo Bianco. Dalam Be It Ever So Humble..., ia pulang dan mendapati seorang tamu yang membuatnya senang telah menunggu. Kepulangan itu tidak perlu ditetapkan sebagai pensiun permanen, atau sebagai akhir yang wajib dijalani bersama Yennefer. Arti rumah sudah terbaca dari ruang untuk kembali dan menerima orang lain.

Bangunan kediaman Corvo Bianco dan halaman di sekitarnya di Toussaint.
Corvo Bianco menjadi kediaman Geralt di Toussaint dalam Blood and Wine.

Corvo Bianco menyediakan kemungkinan untuk tinggal dan menerima tamu. Bagi Geralt yang hidupnya kerap bergerak menuju orang atau masalah yang harus ditemukan, rumah memberi tujuan lain untuk perjalanan: kembali ke tempat yang ingin ia huni.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama