Langsung ke konten

White Orchard: Bertahan Hidup di Tengah Tuduhan Keberpihakan

Willis telah tinggal di White Orchard selama setengah abad. Ketika bengkel miliknya dibakar, dwarf itu mengeluhkan sesuatu yang mendahului api: sejak Nilfgaard datang, warga yang dahulu ia anggap tetangga mulai menjauhinya. Mereka berhenti berbicara dengannya dan meludah ketika ia lewat. Menurut Willis, mereka mengira ia menjadi kaya dengan melayani tentara yang menduduki desa.

Penuturannya tentang pekerjaan itu berbeda. Sebagai pandai besi setempat, ia harus melayani garnisun. Nilfgaard memberinya bahan dan perintah, tetapi, katanya, tidak membayar. Bagi Willis, bengkel tersebut adalah penghidupan yang terseret kebutuhan tentara. Bagi orang yang memusuhinya, pekerjaan yang sama tampak seperti keuntungan dari kekalahan mereka.

Perselisihan ini membuka sisi White Orchard yang mudah terlewat pada awal The Witcher 3: Wild Hunt. Di desa Temeria yang sudah diduduki Nilfgaard, pekerjaan, pasokan, dan pertolongan dapat menjadi ukuran keberpihakan. Warga harus memenuhi kebutuhan hidup di tengah perintah garnisun dan penilaian tetangga yang belum tentu memahami keadaan mereka. Pendudukan mengubah hubungan sosial melalui urusan sehari-hari itu, bahkan ketika orang yang terlibat hanya berusaha mempertahankan bengkel atau membawa pulang keluarganya.

Permukiman White Orchard dilihat dari atas, dengan rumah beratap jerami, jalan desa, dan sungai.
White Orchard menjadi ruang hidup warga sekaligus wilayah yang diatur garnisun Nilfgaard.

Pekerjaan yang Menjadi Tuduhan

Dalam Twisted Firestarter, prasangka yang mengelilingi Willis mendapat suara melalui Napp. Orang yang membakar bengkelnya itu menganggap dwarf serakah dan menuduh mereka menempa senjata bagi Black Ones, sebutan untuk tentara Nilfgaard. Menurutnya, senjata itu kemudian diarahkan ke leher orang Temeria. Dalam tuduhannya, pekerjaan pandai besi menjadi alasan untuk memusuhi dwarf sebagai pembantu tentara pendudukan. Keahlian Willis sudah cukup untuk menempatkannya di pihak yang dibenci.

Tuduhan tersebut tidak memeriksa apakah Willis dapat menolak perintah garnisun atau benar-benar memperoleh keuntungan. Kecurigaan justru menutup kemungkinan itu. Keluhan Willis tentang tidak adanya bayaran memperlihatkan jarak antara pekerjaan yang ia jalani dan kemakmuran yang dibayangkan warga. Ia dapat dibebani tentara sekaligus dianggap menikmati pendudukan.

Willis menempa logam di landasan besi di halaman bengkelnya di White Orchard.
Bengkel Willis dibutuhkan garnisun, tetapi pekerjaan itu membuatnya dicurigai oleh warga.

Hubungan antara identitas dan tekanan semacam ini memiliki konteks lebih luas dalam persekusi nonhuman. Di White Orchard, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana prasangka memutus hubungan kerja yang sudah berlangsung lama. Bagi Willis, lamanya tinggal di desa tidak menjamin bahwa tetangganya akan tetap menganggapnya bagian dari mereka ketika ia harus melayani tentara pendudukan.

Jika Napp diserahkan kepada Willis, garnisun melihat kebakaran melalui kepentingannya sendiri. Prajurit menyebut penghancuran bengkel sebagai sabotase karena tempat itu penting bagi tentara. Mereka menyatakan persidangan tidak diperlukan dan membawa Napp untuk digantung. Perlindungan bagi Willis dengan demikian datang melalui otoritas militer yang memperlakukan serangan terhadap penghidupannya sebagai serangan terhadap kebutuhan garnisun.

Dalam percakapan yang sama, tentara menjanjikan bantuan membangun kembali bengkel setelah bala bantuan dan pasokan tiba. Willis kemudian mulai berharap Nilfgaard dapat membawa ketertiban. Perubahan sikapnya dapat dimengerti dari posisi seorang pekerja yang baru diserang oleh orang sekampung, tetapi harapan tersebut tidak membuktikan bahwa bantuan sudah terlaksana atau semua warga akan merasa lebih aman. Bahkan bagi Willis, perlindungan itu hadir bersama hukuman yang sangat keras.

Cabang ini memperlihatkan bagaimana permusuhan warga dapat mendekatkan seseorang kepada garnisun. Orang yang dituduh membantu pendudukan justru memperoleh alasan baru untuk berharap kepada tentara karena tetangganya menghancurkan tempat kerjanya. Penilaian sosial dan tindakan militer saling memperkuat, tanpa membuat Willis bebas memilih keadaan yang ia hadapi.

Konflik yang Lebih Tua dari Pendudukan

Kebakaran bengkel Willis tidak cukup untuk menggambarkan desa sebelum perang sebagai komunitas yang selalu rukun. Di Hovel, permukiman yang berkaitan dengan Contract: Devil by the Well, Yellowed Diary menyimpan catatan bertanggal 1250. Persoalan yang dicatatnya berasal dari masa lebih lama daripada pendudukan yang terlihat pada awal The Witcher 3.

Penulis diary menyebut keluhan terhadap seorang tuan tanah, termasuk kematian Johann dan ladang yang dirusak tanpa ganti rugi. Catatan itu juga mengatakan pengadilan di Vizima mengakui keluhan warga dan membebaskan mereka dari ikatan serta kewajiban kepada sang tuan. Mereka kemudian pindah untuk membangun kehidupan di Hovel. Ada kekerasan dalam hubungan lama, tetapi ada pula jalan pengadilan yang, menurut catatan tersebut, memberi mereka kesempatan keluar.

Layar Yellowed Diary menampilkan catatan 1250 tentang keluhan kepada pengadilan Vizima dan kehidupan baru di Hovel.
Catatan 1250 merekam keluhan terhadap tuan tanah dan putusan pengadilan Vizima yang membebaskan warga dari kewajiban kepadanya.

Detail itu mencegah masa lalu desa diperlakukan sebagai ketenteraman yang baru dirusak Nilfgaard. Sebelum garnisun menetapkan kewajiban baru, penghidupan warga sudah dapat bergantung pada pemilik tanah, akses terhadap pengadilan, dan kemampuan meninggalkan tempat tinggal. Pendudukan datang ke dalam hubungan yang mempunyai sejarahnya sendiri.

Game terdahulu juga memperlihatkan kerentanan pedesaan dari sudut lain. Jurnal Outskirts dalam The Witcher menggambarkan permukiman di pinggiran Vizima dan rumah-rumah yang kosong karena pemiliknya menjadi korban perang, monster, atau penyakit. Itu merupakan konteks dari tempat dan masa berbeda. Kehidupan desa di sana pun menghadapi ancaman yang saling bertumpuk. Perubahan khusus di White Orchard terletak pada hadirnya garnisun yang dapat menarik pasokan, memberi perintah, dan menjatuhkan hukuman kepada warga.

Pangan dan Kerja di Bawah Perintah Garnisun

Garnisun yang dipimpin Kapten Peter Saar Gwynleve membutuhkan gandum dari desa. Ealdorman, tetua setempat, menawarkan 40 bushel dan menjelaskan bahwa tentara Temeria sebelumnya sudah mengambil persediaan mereka. Peter menetapkan jumlah yang lebih rendah, yaitu 30 bushel. Namun ketika gandum yang diserahkan kemudian ternyata busuk, ia memerintahkan hukuman cambuk. Tuntutan Nilfgaard menyusul pengambilan persediaan oleh tentara Temeria. Pengurangan jumlah memberi kelonggaran, tetapi tuntutan dan hukuman tetap berada di tangan komandan.

Bentuk pemerintahan ini dibahas lebih luas dalam cara Nilfgaard menaklukkan dan memerintah wilayahnya. Bagi warga White Orchard, akibat terdekatnya adalah hasil pertanian masuk ke dalam tuntutan militer dan pejabat lokal harus berurusan dengan otoritas baru. Gandum busuk memperlihatkan kerasnya penegakan tuntutan tersebut, tanpa memberi cukup dasar untuk memastikan motif di balik penyerahannya.

Gambaran logistik perang telah muncul dalam novel Time of Contempt. Pada bab awal, perjalanan kurir Aplegatt memperlihatkan pasukan di jalan dan gerobak bermuatan yang bergerak menuju benteng serta garnisun. Latar perangnya berbeda dari pendudukan White Orchard, tetapi kebutuhan di belakang rekuisisi serupa: pasukan yang bertahan di suatu tempat terus memerlukan barang dari luar barisannya.

Tenaga warga pun ditarik untuk pekerjaan setelah pertempuran. Imperial Edict Number 18/45 memerintahkan laki-laki yang mampu bekerja membawa alat sendiri untuk membersihkan ladang dari mayat. Perintah itu disertai ancaman cambuk dan pasung bagi penolak, dengan alasan mencegah penyakit dari mayat yang membusuk. Pengumuman tersebut tidak mencatat bahwa wabah sudah terjadi.

Penawaran bantuan hadir di samping tuntutan tersebut. Dalam Outdoor Relief, garnisun mengumumkan pembagian ransum mingguan bagi warga miskin yang dapat membuktikan keadaannya. Kemiskinan harus diakui melalui syarat yang ditetapkan pemberi bantuan. Pengumuman itu menjanjikan bantuan, sementara siapa yang menerimanya, kecukupan ransum, dan keteraturan pembagiannya tidak tercatat di sana.

Volunteers Wanted menawarkan tempat tinggal, makanan, upah, dan dukungan bagi keluarga orang yang mendaftar ke tentara kekaisaran. The New Order menyandingkan perlindungan hukum dengan kewajiban baru. Kedua pengumuman itu menghubungkan peluang penghidupan dan janji ketertiban dengan otoritas yang telah memenangkan pertempuran.

Pengumuman Volunteers Wanted menawarkan dinas tentara kekaisaran, upah, dan tunjangan keluarga rekrut.
Volunteers Wanted menjanjikan penghidupan bagi rekrut dan keluarga mereka melalui dinas militer.

Barang rumah tangga pun dapat masuk ke dalam urusan militer. Dalam A Frying Pan, Spick and Span, seorang nenek hanya ingin mendapatkan kembali penggorengan yang dipinjam orang asing. Jelaga pada alat itu ternyata dikerik untuk membuat tinta bagi surat rahasia. Penyelidikan di pondok menemukan korban pembunuhan dan catatan yang terbakar sebagian. Jurnal quest mengidentifikasi peminjamnya sebagai mata-mata yang mencari informasi tentang pergerakan pasukan Nilfgaard dan rahasia militer. Bagi pemiliknya, penggorengan itu tetap alat memasak. Bagi peminjamnya, benda yang sama membantu pekerjaan rahasia di wilayah pendudukan.

Urusan sipil juga tetap terlihat di papan White Orchard. Rogget meminta pinjaman bajak setelah alatnya bengkok akibat menghantam batu. Ia masih harus mengolah ladang dan mencari bantuan tetangga. Perintah tentara berjalan berdampingan dengan pekerjaan bertani dan bantuan antartetangga. Kehadiran garnisun belum menghapus urusan warga di luar kebutuhan militer.

Obat yang Diperebutkan, Luka yang Harus Dirawat

Persediaan yang dibutuhkan untuk merawat orang dapat menjadi sasaran perebutan. Dalam Precious Cargo, seseorang yang mula-mula mengaku sebagai pedagang mencoba menyalahkan monster atas kehilangan muatannya. Temuan seorang pengemudi yang tewas dengan anak panah di leher membantah cerita itu. Setelah kedoknya terbuka, ia mengaku sebagai prajurit dari unit Temeria yang dibubarkan dan masih melanjutkan perlawanan secara rahasia.

Menurut pengakuannya, transportasi yang ia serang membawa obat untuk Nilfgaard. Ia ingin persediaan itu dipakai oleh rekan-rekannya yang sakit agar mereka dapat hidup dan kembali bertempur. Kebutuhan merawat orang sekaligus menjadi alasan mempertahankan perlawanan. Kesaksian tersebut menjelaskan tujuan yang ia ajukan, tanpa menjadikan setiap tindakan kelompok perlawanan semata-mata usaha menyelamatkan orang.

Petinya membuat persoalan keberpihakan melekat pada barang yang dapat dipakai untuk merawat orang terluka dari kedua pihak. Mengalihkan peti itu kepada kelompok perlawanan berarti mengurangi pasokan yang hendak diterima Nilfgaard. Dalam kasus ini, sumber daya perawatan ikut diperebutkan karena kesehatan orang yang menerimanya akan menentukan apakah mereka dapat bertahan dan bertempur lagi.

Ancaman bagi penduduk juga dapat datang melalui monster. Jurnal The Beast of White Orchard menghubungkan serangan griffin jantan dengan kematian pasangannya yang dibunuh tentara. Untuk griffin ini, tindakan tentara memperbesar bahaya bagi orang di sekitar. Asal monster lain di White Orchard tidak dijelaskan oleh peristiwa tersebut.

Lena menjadi salah satu korban griffin yang dirawat Tomira. Ia diserang saat menuju pertemuan dengan kekasihnya, seorang prajurit Nilfgaard. Dalam On Death's Bed, Geralt dapat memberikan Swallow untuk mencoba menyelamatkannya. Pada cabang ini, tubuh Lena pulih, tetapi pikirannya rusak oleh toksisitas ramuan. Jurnal juga mencatat kekasihnya membawa Lena ke desa terdekat setelah ia selamat. Hubungan Lena dengan prajurit pendudukan memperlihatkan bahwa kedekatan pribadi tidak selalu mengikuti pembagian pihak dalam perang. Pertolongan itu tetap menyisakan akibat yang berat bagi Lena.

Lena adalah warga sipil yang terluka oleh monster. Berbeda dari peti obat yang diperebutkan untuk mendukung tentara, perawatannya memperlihatkan batas pertolongan bagi seorang warga. Tomira menghadapi luka yang berat, sementara ramuan witcher membawa risiko bagi tubuh manusia biasa. Di wilayah yang sama, orang dapat berebut obat untuk kembali bertempur atau berusaha merawat seseorang yang dicintai. Kepemilikan pasokan belum menjamin kesembuhan.

Tomira berdiri di dekat meja berisi tanaman obat dan wadah ramuan di rumahnya.
Rumah Tomira menjadi tempat perawatan Lena setelah serangan griffin.

Menolong Musuh, Mempertaruhkan Rumah

Hubungan antarpihak menjadi lebih sulit dipisahkan ketika orang yang terluka saling membutuhkan. Dalam Missing in Action, Dune mencari saudaranya, Bastien, di sekitar medan pertempuran. Ia menemukan Bastien bersama Rhosyn, seorang serdadu Nilfgaard yang telah meninggalkan pasukannya. Menurut Bastien, mereka bisa keluar karena saling membantu: satu kesulitan melihat, sementara yang lain tidak dapat berjalan dengan baik.

Bekas medan pertempuran di White Orchard dengan mayat, gerobak rusak, dan panji Nilfgaard.
Di sekitar medan pertempuran ini, Dune mencari Bastien dalam Missing in Action.

Bastien ingin membawa Rhosyn pulang bersamanya. Dune justru takut menerima desertir akan membahayakan keluarga. Ia mengkhawatirkan hukuman jika Rhosyn ditemukan di rumah mereka. Keberatannya mempunyai sasaran yang konkret, yaitu keselamatan orang-orang yang harus tinggal bersama keputusan itu. Bagi Bastien, meninggalkan Rhosyn berarti meninggalkan orang yang telah menyelamatkannya.

Kedua kewajiban itu bertemu di ambang rumah yang sama. Pertolongan yang membuat Bastien tetap hidup tidak serta-merta dapat diteruskan dengan aman oleh keluarganya. Dune harus menilai risiko yang lebih luas daripada keadaan dua orang terluka. Sebaliknya, penilaian berdasarkan afiliasi saja akan mengabaikan hubungan yang terbentuk ketika Bastien dan Rhosyn berusaha keluar dari medan perang.

Game memberi kemungkinan menerima Rhosyn di rumah Dune jika pilihan tertentu diambil. Pada cabang lain, ia ditinggalkan. Nasib itu tidak menjadi satu hasil yang pasti dalam setiap perjalanan pemain. Yang tetap terlihat adalah persoalan tempat berlindung: selamat dari pertempuran belum menjamin seseorang mempunyai rumah yang dapat menerimanya.

Novel Baptism of Fire memberi pembanding untuk ketegangan antara kebutuhan menolong dan kecurigaan terhadap afiliasi. Saat Geralt dirawat di Brokilon, Milva menganggap keterlibatannya di Thanedd mencurigakan dan takut terhadap risiko mencari informasi untuknya. Aglaïs, penyembuh yang merawat Geralt, menjawab dari keadaan pasien: ia terluka dan memerlukan bantuan. Percakapan itu berasal dari konteks novel, bukan kebijakan pengobatan White Orchard.

Pertemuan Bastien dan Rhosyn memperlihatkan ketegangan serupa melalui pengalaman yang lebih langsung. Orang yang sebelumnya berada di pihak berlawanan dapat menjadi orang yang memungkinkan seseorang pulang. Hubungan tersebut tidak menghapus perang atau ketakutan Dune, tetapi menunjukkan bahwa warga masih dapat mempunyai alasan untuk menolong yang tidak mengikuti pembagian musuh dan kawan.

Harga yang dibayar warga karena itu juga menyangkut siapa yang masih dapat dipercaya untuk bekerja bersama, menerima bantuan, atau membuka pintu. Willis mencari perlindungan setelah tetangganya menyerang penghidupannya. Bastien berusaha membawa pulang orang yang telah menolongnya. Di bawah pendudukan, kehidupan desa berlanjut melalui hubungan semacam itu, dengan risiko yang tidak berakhir ketika pertempuran selesai.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama